Direktur Distribusi PLN Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Transisi Energi (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Momentum peringatan Milad ke-69 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri energi.
Hadir sebagai pembicara utama, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, memberikan kuliah umum yang menyoroti tantangan energi global dan pentingnya kolaborasi lintas sektor, Senin (2/3).
Di hadapan sivitas akademika dan tokoh Muhammadiyah di Auditorium UMSU, Arsyadany memaparkan bahwa sektor energi kini berada di tengah ketidakpastian geopolitik dan ancaman resesi global. Namun, di samping isu global, PLN tetap fokus pada misi domestik yaitu pemerataan akses listrik melalui Roadmap Listrik Desa.
"Kami telah memetakan 10.068 titik lokasi yang belum terlistriki di seluruh Indonesia. Ini adalah komitmen nyata kami untuk menghadirkan energi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat," tegas Arsyadany.
Ia menambahkan bahwa transisi energi nasional hanya bisa dicapai melalui keselarasan tiga pilar utama yakni Kepemimpinan (Leadership), Teknologi (Technology), dan Kebijakan (Policy).
Dalam kunjungannya, PLN juga memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan menyerahkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk ditempatkan di lingkungan kampus UMSU.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi living laboratory bagi mahasiswa untuk mempelajari teknologi energi bersih secara langsung. Rektor UMSU, Agussani, menyambut hangat inisiatif ini sebagai langkah memperkuat literasi energi di kalangan akademisi.
"Sinergi dengan PLN membuka ruang kolaborasi riset dan inovasi yang luas bagi mahasiswa dan dosen kami. Ini adalah kehormatan besar bagi UMSU di usia yang ke-69," ungkap Agussani.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi adalah investasi jangka panjang.
Menurutnya, kampus bukan sekadar mitra edukasi, melainkan mitra strategis untuk membangun kesadaran kolektif tentang energi berkelanjutan.
"Penempatan SPKLU di kampus adalah simbol transformasi sistem distribusi kami yang adaptif terhadap teknologi rendah emisi. Kami ingin memastikan listrik yang tersedia mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan," ujar Mundhakir.
Melalui kolaborasi ini, PLN dan UMSU berharap dapat mencetak talenta-talenta muda yang siap menghadirkan solusi energi efisien guna mempercepat visi Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.
(JW/RZD)