Mahasiswa USM Indonesia Ubah Limbah Kain Pascabanjir Menjadi Media Edukatif dan Peluang Usaha di Aceh Tamiang (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan berbagai dampak bagi masyarakat, mulai dari kerusakan lingkungan hingga tekanan psikososial yang dirasakan oleh anak-anak. Namun, di tengah situasi tersebut, hadir sebuah gerakan inspiratif dari dosen dan mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan melalui Program Mahasiswa Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bertajuk “Dari Limbah ke Harapan.”
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama satu bulan, mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2026 di Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan pusat kegiatan di lingkungan masyarakat serta SD Negeri No.2 Kuala Simpang, Ibu PKK (Wanita Berkarya Landuh) dan di Kantor Desa Landuh.
Kegiatan ini dipimpin oleh Taruli Marito Silalahi, S.Pd., M.Pd selaku ketua program, bersama tim dosen yang terdiri dari Dr. Nanda Ayu Setiawati, M.Pd dan Ruth Donda Eleonora Panggabean, M.Psi, serta didukung oleh 50 mahasiswa dari Program Studi PGSD, Psikologi, PAUD, dan Akuntansi Universitas Sari Mutiara Indonesia.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan pascabanjir, tetapi juga mengangkat potensi limbah kain yang banyak ditemukan di sekitar pemukiman warga akibat banjir. Melalui semangat gotong royong, mahasiswa bersama masyarakat membersihkan lumpur dan mengumpulkan limbah kain yang berserakan di lingkungan desa.
Limbah kain yang terkumpul kemudian dipilah dan diolah kembali menggunakan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah kain. Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk kreatif dan media pembelajaran.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis kain untuk siswa sekolah dasar. Anak-anak diajak membuat berbagai media edukatif seperti boneka emosi, papan cerita kain, permainan edukatif, hingga busy book yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar.
Melalui aktivitas kreatif tersebut, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengekspresikan emosi dan kembali merasakan suasana belajar yang menyenangkan setelah mengalami dampak bencana.
Di sisi lain, program ini juga memberikan pelatihan keterampilan kepada kelompok ibu PKK Kampung Landuh. Para ibu diajarkan mengolah limbah kain menjadi berbagai produk rumah tangga seperti keset, isi bantal, dan tas sederhana yang memiliki nilai guna serta potensi ekonomi.
Selain pelatihan keterampilan, masyarakat juga mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan usaha sederhana agar produk yang dihasilkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai peluang ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Ketua program, Taruli Marito Silalahi, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu membersihkan lingkungan pascabanjir, tetapi juga memberikan nilai tambah dari limbah kain yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi media pembelajaran dan produk kreatif bagi masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif warga, termasuk kelompok PKK Kampung Landuh yang merasakan manfaat langsung dari pelatihan tersebut. Salah satu anggota PKK menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan limbah kain yang sebelumnya hanya dibuang.
Sementara itu, siswa SD Negeri No.2 Kuala Simpang juga merasakan pengalaman belajar yang berbeda. Salah seorang siswa mengungkapkan bahwa membuat permainan dari kain bekas membuat kegiatan belajar menjadi lebih seru dan menyenangkan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Datok Penghulu Kampung Landuh, Helmi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para dosen dan mahasiswa yang telah membantu masyarakat bangkit pascabanjir.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu membersihkan lingkungan desa, tetapi juga membuka wawasan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan limbah secara kreatif dan produktif.
Pihak sekolah SD Negeri No.2 Kuala Simpang juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini karena membantu siswa kembali bersemangat belajar melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.
Melalui program “Dari Limbah ke Harapan,” Universitas Sari Mutiara Indonesia menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya tentang bantuan sesaat, tetapi juga tentang menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Limbah kain yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini menjadi sumber harapan—baik sebagai media belajar bagi anak-anak maupun peluang ekonomi bagi masyarakat.











