Tim PKM Mahasiswa Berdampak ST Bhinneka Serahterimakan TeknologiInstalasi Aquaponik, Mikrogreen, dan Green House

Tim PKM Mahasiswa Berdampak ST Bhinneka Serahterimakan TeknologiInstalasi Aquaponik, Mikrogreen, dan Green House
Tim PKM Mahasiswa Berdampak ST Bhinneka saat Serahterimakan TeknologiInstalasi Aquaponik, Mikrogreen, dan Green House (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Tim Program Pengabdian Masyarakat(PKM) Mahasiswa Berdampak dari Universitas Satya Terra Bhinneka berhasil merealisasikan sejumlah inovasi teknologipertanian dalam rangka mendukung pemulihan pascabencanaalam di Desa Tanjung Gusta.

Program tersebut meliputi pembuatan dan instalasi sistem aquaponik, budidaya mikrogreen, pembangunan green house, serta produksi eco enzyme berbasis limbah organik rumah tangga.

Seluruh alat dan teknologi yang telah dibangun tersebut secara resmi diserahterimakan kepada Kelompok Tani Bunga Tanjung dan Kelompok Tani Bunga Asoka sebagai mitra utama program. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi pertanian cepat panen yang efektif, efisien, serta berkelanjutan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat desa.

Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa Berdampak untuk pemulihan pascabencana. Dukungan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mempercepat proses rehabilitasi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Dosen Pembimbing Lapangan, Mei Ryan Sandi, S.P., M.P.,didampingi Anggota Dosen Pembimbing Lapangan HidayatnaPutri, S.E., M.Si., dan Dini Hardiani HAS, S.Hut., M.Si., bersama mahasiswa Program Berdampak. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Ketua Kelompok Tani, Suriadi, S.P.

Dalam sambutannya, Ketua Dosen Pembimbing Lapanganmenyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemberian sarana dan prasarana, tetapi juga pada pendampingan teknis dan penguatan kapasitas petani. “Kami berharap teknologi aquaponik dan mikrogreen ini dapatmenjadi model pertanian cepat panen yang adaptif terhadapkondisi pascabencana. Selain itu, eco enzyme dapatdimanfaatkan sebagai pupuk organik dan pestisida alami yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bunga Tanjung menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, keberadaan green house dan sistem aquaponiksangat membantu petani dalam menjaga stabilitas produksi di tengah keterbatasan lahan dan perubahan kondisi lingkunganpascabencana.Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa secaraaktif mulai dari tahap perencanaan, perakitan instalasi, pelatihan budidaya, hingga monitoring dan evaluasi. Denganpendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadipenerima manfaat, tetapi juga mitra dalam pengelolaan dan pengembangan teknologi ke depan.

Melalui program ini, Universitas Satya Terra Bhinneka menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Diharapkan, model pertanian cepat panen berbasis aquaponik, mikrogreen, green house, dan eco enzyme ini dapat direplikasi di wilayah lain yang terdampak bencana sebagai strategi penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

(NS/NS)

Baca Juga

Rekomendasi