Learning loss anak pascabencana (Analisa/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan Banjir bandang yang melanda Desa Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah dan fasilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas pendidikan anak-anak serta kondisi kesehatan dan psikologis warga. Sejumlah keluarga terpaksa mengungsi dan aktivitas belajar sempat terganggu akibat keterbatasan sarana dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM Indonesia) melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan Program Mahasiswa Berdampak di Desa Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan yang berlangsung selama 26 hari ini bertujuan membantu proses pemulihan masyarakat pascabencana melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, dukungan psikososial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra yang diketuai oleh Dra. Panni Ance Lumbantobing , M.Psi dan Seri Asnawati Munthe,SKM, M.Kes serta Elisabeth Tambunan, S.E, M,M sebagai anggota.
Program yang diusung mahasiswa USM Indonesia mengangkat tema “Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Learning Loss, Kesehatan Mental, PHBS dan Penguatan Manajemen Usaha Kreatif Pascabencana di Desa Alur Jambu Kabupaten Aceh Tamiang.”
Kegiatan ini melibatkan 50 puluh mahasiswa lintas program studi seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Kesehatan Masyarakat, Psikologi, dan Manajemen. Para mahasiswa didampingi oleh tim dosen dari Universitas Sari Mutiara Indonesia yang memberikan arahan akademik serta supervisi selama pelaksanaan kegiatan.
Dalam bidang pendidikan, mahasiswa melakukan pendampingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar dan usia dini yang terdampak bencana. Kegiatan ini bertujuan mengurangi
learning loss melalui pembelajaran yang menyenangkan, penggunaan media belajar sederhana, serta pendekatan bermain yang ramah anak.
Mahasiswa juga mengembangkan berbagai media pembelajaran kreatif seperti busy book, scrap book edukatif, serta media pembelajaran virtual berbasis Artsteps yang membantu meningkatkan minat belajar siswa dalam kondisi keterbatasan sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Selain itu, tim mahasiswa dari bidang kesehatan masyarakat melaksanakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui penyuluhan dan praktik langsung kepada masyarakat di lingkungan pengungsian. Kegiatan ini meliputi edukasi cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah, serta pemanfaatan sarana sanitasi sederhana untuk menjaga kesehatan lingkungan.
Di bidang psikologi, mahasiswa memberikan dukungan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak dan keluarga terdampak bencana. Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai aktivitas kreatif, permainan edukatif, serta sesi berbagi yang bertujuan membantu pemulihan kondisi emosional masyarakat.
Sementara itu, mahasiswa dari program studi manajemen melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam penguatan usaha kreatif sederhana. Kegiatan ini mencakup pelatihan pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan stok usaha, serta strategi pemasaran dasar untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
“Melalui program ini mahasiswa belajar secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk membantu masyarakat dalam situasi nyata, khususnya dalam proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Masyarakat Desa Alur Jambu menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketahanan sosial di wilayah terdampak bencana. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pemulihan pendidikan anak, peningkatan kesadaran kesehatan lingkungan, penguatan kondisi psikologis masyarakat, serta peningkatan kapasitas ekonomi lokal.
Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan selama hampir satu bulan tersebut, diharapkan kehadiran mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Alur Jambu dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kembali ketahanan sosial, pendidikan, kesehatan, serta perekonomian di wilayah yang terdampak bencana.
(NAI)