Mahasiswa USM Indonesia Turun Langsung Pulihkan Dampak Bencana di Desa Kota Lintang (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Mahasiswa-mahasiswi Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia yang tergabung dalam Tim SMART Aceh turun langsung guna memulihkan dampak bencana di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka melaksanakan kegiatan berjudul SMART-ACEH yaitu Sistem Masyarakat Adaptif Berbasis Teknologi dan Inovasi untuk Pemulihan Dampak Bencana dengan menerjunkan sebanyak 50 mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera oleh Kemdiktisaintek Republik Indonesia.
Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang fokus pada pemulihan pasca-bencana di wilayah terdampak, Sumatera. Program ini menggabungkan pendekatan kesehatan, lingkungan, dan sosial untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam," jelas Wakil Rektor III Ns.Johansen Hutajulu, S.Kep.,M.Kep.,Ph.D saat mengunjungi lokasi kegiatan, Sabtu (14/2).
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi mahasiswa, si mana program Mahasiswa Berdampak adalah wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Pihaknya berharap, mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa pekan di lokasi Desa Kota Lintang , Kecamatan Kuala Simpang Kecamatan Aceh Tamiang, Propinsi Aceh itu meliputi berbagai sektor vital. Di bidang kesehatan, mahasiswa menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian tablet Fe (zat besi) untuk mencegah anemia pada ibu hamil dan remaja putri, serta penyuluhan Keluarga Berencana (KB) dan trauma healing bagi korban yang masih mengalami tekanan psikologis pasca-bencana.
"Kami tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat. Banyak korban yang masih trauma, dan kami hadir untuk memberikan pendampingan," ujar salah satu koordinator lapangan program, Misykah, mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat USM Indonesia.
Di sektor sanitasi dan lingkungan, tim mahasiswa melakukan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penempelan poster pemilahan sampah, hingga pemasangan filter air bersih di titik-titik pengungsian dan rumah warga yang kesulitan akses air layak minum. Kegiatan gotong royong bersama warga juga dilakukan untuk membersihkan lingkungan dari puing dan lumpur sisa bencana.
"Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan program pertanian hidroponik sebagai solusi pangan jangka panjang. Masyarakat diajak melakukan penyemaian bibit dan penanaman sistem hidroponik yang tidak memerlukan lahan luas, cocok untuk kondisi pasca-bencana. "Ini bagian dari upaya membangun ketahanan pangan berbasis kearifan lokal dan teknologi tepat guna," tambah Frida Lina Tarigan, SKM.,M.Kes.,Ph.D sebagai Ketua Pelaksana Tim SMART Aceh.
Tidak ketinggalan, tim juga membagikan baju layak pakai kepada ratusan warga yang kehilangan harta benda akibat bencana, sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Hingga saat ini, program telah menjangkau masyarakat terdampak bencana di wilayah Desa Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Masyarakat pun memberikan respons positif dan berharap program serupa dapat dilanjutkan untuk mendukung pemulihan jangka panjang.
Mahasiswa Berdampak diharapkan menjadi model kolaborasi kampus-masyarakat yang dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lain dalam menjawab tantangan bencana dan krisis kemanusiaan di Indonesia. (rel)
(NAI/NAI)