Analisadaily.com, Deliserdang - Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pelataran Pondok Pesantren (Ponpes) Mazilah Darussalam, Desa Sampali, Kamis (12/3).
Di bawah langit sore yang mulai meredup, jajaran pengurus Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Sumatera Utara membaur bersama ratusan santri dalam agenda bertajuk 'Menguatkan Silaturahmi, Merajut Kebersamaan'.
Kehadiran para tokoh purnawirawan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk pengabdian tanpa batas bagi masyarakat. Tampak hadir di lokasi Mayjen TNI (Purn) Haposan Silalahi, Brigjen TNI (Purn) Dr. Ahwan Ismadi, dan Brigjen TNI (Purn) Gatot Eko Puruhito, serta perwakilan Bintaldam I/BB, Kapten Inf Irwan.
Momen penuh haru tercipta saat Ketua PPAD Sumut, Kolonel Cba (Purn) Ganda Simanjuntak, menyerahkan bantuan tali asih secara simbolis. Sembari memberikan paket bingkisan, ia memberikan pesan penyemangat kepada para santri sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.
"Belajarlah yang rajin, nak. Masa depan bangsa ini ada di pundak kalian. Kami yang sudah purna tugas ini hanya ingin memastikan kalian punya bekal untuk terus melangkah," ujar Ganda dengan nada haru.
Pesan tersebut disambut dengan wajah berseri oleh para santri. Salah seorang santri mengaku sangat berkesan atas kunjungan ini.
"Rasanya seperti dikunjungi kakek sendiri. Bukan cuma soal bingkisannya, tapi perhatian dan cerita bapak-bapak purnawirawan membuat kami merasa dihargai," ungkapnya.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini diisi dengan tausiah menyejukkan dari Buya M. Dahrul Yusuf yang menekankan pentingnya menjaga persaudaraan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi PPAD untuk menyerap aspirasi warga pesantren, sejalan dengan cita-cita besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkokoh ketahanan sosial.
Dalam bakti sosial ini, PPAD Sumut menyalurkan bantuan berupa 250 kilogram beras, 120 liter minyak goreng, 100 goodie bag berisi biskuit dan sarung dan tali asih bagi para santri.
Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama saat azan Maghrib berkumandang. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian purnawirawan TNI AD tidak pernah luntur, melainkan terus mengalir sebagai jembatan harmoni bagi masyarakat di Sumatera Utara.











