Waktu Tempuh Terpangkas, Pola Wisata ke Samosir Berubah Tajam: Hasil Riset Terbaru Poltekpar Medan 2026

Waktu Tempuh Terpangkas, Pola Wisata ke Samosir Berubah Tajam: Hasil Riset Terbaru Poltekpar Medan 2026
Waktu Tempuh Terpangkas, Pola Wisata ke Samosir Berubah Tajam: Hasil Riset Terbaru Poltekpar Medan 2026 (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Kehadiran Jalan Tol ruas Tebing Tinggi - Sinaksak tidak hanya memangkas jarak, tetapi juga mengubah total wajah pariwisata di Sumatera Utara.

Sebuah penelitian terbaru dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan mengungkapkan adanya pergeseran drastis pada pola perjalanan wisatawan domestik yang menuju Parapat dan Pulau Samosir.

Riset ekstensif yang dilakukan pada Februari hingga Maret 2026 oleh dosen Poltekpar Medan, Dina Yunita, M.Par., menunjukkan bahwa aksesibilitas tol telah menjadi game changer bagi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

Hasil penelitian yang didanai oleh DIPA Poltekpar Medan ini menemukan bukti empiris bahwa perilaku wisatawan kini telah berubah. Jika dahulu wisatawan lebih memprioritaskan penghematan biaya (cost-oriented), kini mereka jauh lebih menghargai efisiensi waktu (time-oriented).

"Terjadi fenomena kompresi ruang-waktu. Jarak fisik antarwilayah kini terasa lebih dekat karena hilangnya kemacetan kronis di jalur arteri lama," ungkap Dina Yunita dalam laporan risetnya, ditulis Minggu (15/3/2026).

Namun, efisiensi ini membawa tantangan baru bagi wilayah lintasan. Riset yang menggunakan metode campuran (Mixed Methods) terhadap 100 responden dan berbagai pelaku usaha ini mengonfirmasi munculnya Tunnel Effect.

Fenomena ini menggambarkan aliran wisatawan yang langsung meluncur menuju destinasi akhir tanpa singgah di kota-kota perlintasan lama seperti Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi. Akibatnya, frekuensi singgah (stopover) untuk sekadar makan atau membeli oleh-oleh di jalur lama mengalami penurunan signifikan.

Menanggapi perubahan pola ini, Poltekpar Medan merumuskan sejumlah strategi krusial bagi industri pariwisata di Parapat dan Samosir:

- Industri Perhotelan & Restoran: Disarankan menyesuaikan jam layanan dan kesiapan staf, karena tamu kini cenderung tiba di lokasi jauh lebih awal dari pola sebelumnya.

- Pengelola Pelabuhan: Jadwal penyeberangan kapal feri di Pelabuhan Ajibata perlu disinkronkan kembali dengan pola kedatangan wisatawan yang kini lebih cepat keluar dari pintu Tol Sinaksak.

Data riset ini diharapkan menjadi panduan bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari konektivitas tol yang semakin lancar.

Penelitian ini sekaligus menegaskan peran Poltekpar Medan dalam mendukung pengembangan pariwisata nasional melalui kajian ilmiah yang relevan dan aplikatif.

Oleh Dina Yunita, M.Par (Politeknik Pariwisata Medan)

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi