Bukan Sekadar Tempat Singgah, Antara Cafe Jadi Penentu Wajah Pariwisata Desa Sait Buttu Saribu (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Simalungun – Pergeseran tren pariwisata dari wisata massal menuju pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) menempatkan desa wisata sebagai primadona baru.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Desa Wisata Sait Buttu Saribu di Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Namun, keindahan alam saja ternyata tidak cukup untuk memikat hati wisatawan dalam jangka panjang.
Mhd. Hirsan Hanafi, S.Sos., M.Si., Dosen Program Studi Tata Hidang Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan, baru-baru ini melakukan penelitian mendalam mengenai ekosistem pendukung wisata di kawasan tersebut, khususnya pada sektor amenitas seperti cafe.
Dalam penelitiannya yang bertajuk "Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Pengunjung di Antara Cafe", Hirsan menyoroti bahwa kepuasan wisatawan sangat bergantung pada harmoni antara keramahan manusia dan kenyamanan sarana fisik.
Menurut Hirsan, Antara Cafe memiliki posisi strategis sebagai tempat bersantai bagi wisatawan yang mencari ketenangan di tengah udara sejuk perbukitan Simalungun. Namun, ia menekankan bahwa industri jasa makanan dan minuman adalah industri "pengalaman".
"Kualitas pelayanan, mulai dari keramahan pramusaji, kecepatan pesanan, hingga ketepatan penyajian, adalah faktor utama. Jika pelayanan melampaui harapan, pengunjung tidak hanya puas, tapi kemungkinan besar akan kembali lagi (repeat visit)," ujar Hirsan dalam laporannya, Senin (16/3/2026).
Fasilitas: Lingkungan Fisik yang Berbicara
Selain faktor manusia, fasilitas fisik di Antara Cafe memegang peranan vital. Kebersihan, penataan ruang yang menarik, serta kenyamanan area tempat duduk menjadi bagian dari lingkungan fisik yang langsung dirasakan pengunjung. Penelitian ini menemukan bahwa fasilitas yang kurang memadai dapat menurunkan kepuasan, meskipun pelayanan sudah dianggap baik.
"Pengelola harus menjaga keseimbangan antara kualitas SDM dan ketersediaan fasilitas. Keduanya harus sejalan untuk menciptakan pengalaman wisata yang optimal dan autentik," tambahnya.
Kontribusi bagi Pariwisata Lokal
Melalui pendekatan kuantitatif dan survei langsung kepada pengunjung, hasil penelitian ini diharapkan menjadi kompas bagi pengelola Antara Cafe dalam melakukan evaluasi mandiri. Lebih luas lagi, riset ini memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan manajemen pelayanan perhotelan di kawasan wisata.
Ke depan, kehadiran Antara Cafe diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengisi perut, tetapi menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berwisata di Desa Sait Buttu Saribu yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
Oleh: Mhd. Hirsan Hanafi, S.Sos., M.Si. (Dosen PS Tata Hidang Poltekpar Medan)
(JW/RZD)