Analisadaily.com, Gorontalo - Komunitas Penyelam Gorontalo yang tergabung dalam Wawahe'a Gorontalo Community mengatakan pelaksanaan "Tumbilotohe Underwater" atau tradisi malam pasang lampu bawah laut di bulan ramadhan, adalah sarana menjaga kelestarian ekosistem laut di Provinsi Gorontalo.
Perwakilan Wawahe'a Gorontalo Community Darman Syah Lubis di Gorontalo, Senin mengatakan tradisi itu sudah tujuh kali dilaksanakan setiap malam ke 26 bulan Ramadhan.
"Kami gabungan komunitas penyelam, menjadikan tradisi malam pasang lampu Gorontalo sebagai sarana pelestarian alam, sekaligus promosi pariwisata," kata Darman.
Jika biasanya tradisi malam pasang lampu hanya dilaksanakan di darat, Wawahe'a Gorontalo Community mengemas dengan inovasi yang lebih moderen, namun tetap mengedepankan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Malam pasang lampu adalah tradisi yang bertujuan mempererat silaturahmi antar warga, serta memiliki tujuan untuk menerangi jalan bagi umat Islam yang akan pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah tarawih di penghujung ramadhan.
Dengan tujuan tersebut, maka komunitas penyelam berinovasi untuk menggelar di bawah laut dan mengemas menjadi Gorontalo Tumbilotohe Underwater.
Kegiatan ini menjadi sarana pengembangan promosi wisata, serta sosialisasi dan edukasi kelestarian ekosistem laut.
Dalam setiap pelaksanaannya, Gorontalo Wawahe'a Community turut melibatkan berbagai komunitas penyelam yang terdiri dari personel Lanal Gorontalo, Edu Dive, Basarnas, serta Polairud Polda Gorontalo yang telah memiliki lisensi penyelam.
Dari segi teknis pelaksanaan, "Gorontalo Tumbilotohe Underwater" dilakukan dengan cara para penyelam turun ke laut pada malam hari setelah pelaksanaan shalat tarawih dan memasang puluhan balon khusus di kedalaman delapan sampai 10 meter.
Saat berada di dalam air, para penyelam akan membentuk formasi serta membentangkan bendera merah putih dan bendera masing-masing komunitas atau instansi, lalu mendokumentasikan dan menyebarluaskan melalui media sosial.
"Pada tahun ini Gorontalo Tumbilotohe Underwater berjalan dengan lancar, kami tetap memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, agar kegiatan ini benar-benar dapat memajukan sektor pariwisata daerah, sekaligus edukasi kelestarian alam," katanya.











