Petugas kesehatan memeriksa telinga pasien di Rumah Sakit Kemenkes Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (14/3/2025). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)
Analisadaily.com, Jakarta - Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan - bedah kepala dan leher Prof Dr.dr. Jenny Bashirudin Sp.THTBKL, Subsp.NO (K) menjelaskan bahwa gangguan pendengaran pada orang lanjut usia atau lansia antara lain ditandai dengan cocktail party deafness.
"Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness," kata dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu dalam acara diskusi daring pada Senin.(16/3/2026).
"Jadi, ketika ramai, banyak orang, dia mulai enggak jelas mendengar, atau ketika ikut rapat itu juga dia mulai enggak jelas, enggak nyaman," katanya dalam acara diskusi yang disiarkan langsung melalui akun Instagram @rscm.kencana.
Selain cocktail party deafness, dia menyampaikan, lansia yang mengalami gangguan pendengaran biasanya mengeluh mendengar suara berdenging meski tidak ada sumber suara di sekitarnya.
Sensasi telinga berdenging yang disebut tinnitus ini, menurut dr. Jenny, menandakan adanya kerusakan pada koklea, bagian dalam telinga yang bertentuk seperti rumah siput.
Gangguan pendengaran pada lansia juga bisa ditandai dengan perubahan kebiasaan dalam menonton televisi dan berkomunikasi.
Lansia yang pendengarannya terganggu biasanya menonton televisi dengan volume tinggi serta sering meminta lawan bicara mengulang perkataan saat berkomunikasi.
"Jadi, itu semua harus harus menjadi penanda untuk memeriksakan secara bagaimana sih fungsi pendengarannya, supaya kita tahu, karena kalau diketahui gangguan sejak dini maka itu bisa dibantu," kata dr. Jenny, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL).
Ia menjelaskan bahwa gangguan pendengaran pada lansia dapat terjadi karena proses degenerasi yang memengaruhi kinerja tulang-tulang pendengaran dan koklea.
Masalah pada koklea bisa membuat lansia kesulitan mendengar dan berkomunikasi, sehingga kualitas hidupnya jadi menurun.
Pemeriksaan untuk mendeteksi dan menangani lebih awal gangguan pendengaran pada lansia penting guna mempertahankan fungsi organ pendengaran untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari.
Menurut makalah ilmiah berjudul "Hearing Loss in the Elderly" yang disiarkan pada 6 Maret 2023 di laman resmi Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, gangguan pendengaran merupakan kondisi yang umum terjadi pada lansia.
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan lebih dari 400 juta individu di seluruh dunia mengalami gangguan pendengaran.
Insiden gangguan pendengaran meningkat seiring bertambah usia, prevalensinya hampir berganda setiap 10 tahun kehidupan seseorang.
Pengobatan dan penanganan gangguan pendengaran pada lansia didasarkan pada evaluasi diagnostik yang menyeluruh dan jaminan bahwa semua penyebab tambahan telah ditangani.
Pengobatan spesifik gangguan pendengaran bergantung pada diagnosis penyebab yang paling mungkin menurut makalah ilmiah tentang gangguan pendengaran pada lansia yang ditulis oleh Dylan Z. Erwin dan Philip Chen.
(ANT/DEL)