Bukan Sekadar Menunggu Bedug: MToday dan River Hunter ‘Hijaukan’ Desa Nambiki Lewat Ngabuburit Konservasi (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langkat – Bulan suci Ramadan biasanya identik dengan berburu takjil atau sekadar bersantai menunggu waktu berbuka. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Desa Nambiki, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.
Sekelompok pemuda yang tergabung dalam media MToday bersama komunitas River Hunter Sumut memilih cara yang lebih "berakar" untuk mengisi waktu ngabuburit: menanam pohon buah demi masa depan bumi.
Kegiatan bertajuk “Ngabuburit Menanam Pohon di Desa Nambiki” ini bukan sekadar seremoni musiman. Di bawah langit sore Langkat, para relawan bahu-membahu bersama warga setempat menanam bibit-bibit unggul, mulai dari halaman rumah hingga lahan perkebunan warga.
Fokus utamanya adalah pohon durian—komoditas yang diharapkan tidak hanya menghijaukan desa, tetapi juga menjadi aset ekonomi bagi masyarakat di masa depan.
Aksi ini lahir dari keresahan kolektif terhadap dampak perubahan iklim yang kian ekstrem. Mengutip Catatan Tahunan WALHI Sumut 2025, krisis iklim telah bertransformasi dari sekadar prediksi menjadi ancaman nyata yang mengubah pola cuaca secara drastis di Sumatera Utara.
Ingatan masyarakat masih segar akan dampak Siklon Tropis Senyar di penghujung tahun 2025 yang memicu bencana ekologis di berbagai titik.
Founder MToday, Mangara Wahyudi, menegaskan bahwa penanaman ini adalah ikhtiar nyata untuk memulihkan benteng alam yang mulai rapuh akibat deforestasi.
"Kami tidak hanya ingin menanam bibit, tapi memastikan mereka tumbuh. Ini adalah konsep keberlanjutan. Jika daerah aliran sungai atau lahan warga kehilangan pepohonan, kita akan terus dihantui banjir bandang dan longsor. Menanam pohon adalah cara kita memberi ruang bagi logika dan alam untuk kembali selaras," ujar Mangara pada Senin (16/3/2026).
Selain fungsi ekologis sebagai penyerap karbon dan penahan air, pemilihan pohon buah seperti durian memiliki misi strategis: Ketahanan Pangan Komunal.
Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, warga Desa Nambiki tidak hanya menikmati keteduhan, tetapi juga memanen hasil buahnya untuk konsumsi rumah tangga maupun tambahan penghasilan.
Senada dengan itu, Founder River Hunter Sumut, Eko Agus Herianto, melihat kegiatan ini sebagai bentuk ibadah yang multidimensi. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga hubungan baik antarmanusia dan makhluk hidup lainnya.
"Lewat hal sederhana seperti menanam pohon ini, semoga nilai-nilai habluminannas (hubungan antarmanusia) dan kerukunan dapat kita petik di kemudian hari. Kita ingin memberi manfaat bagi semua makhluk," tutur Eko di sela-sela aktivitas penanaman.
Menjelang bedug Maghrib berkumandang, puluhan bibit telah tertanam rapi di bumi Nambiki. Para relawan tidak pulang dengan tangan hampa, melainkan membawa harapan bahwa langkah kecil di bulan Ramadan ini akan tumbuh menjadi pohon yang rimbun, melindungi desa dari bencana, dan menyediakan pangan bagi generasi mendatang.
Di tengah masifnya alih fungsi lahan di Sumatera Utara, inisiatif dari MToday dan River Hunter Sumut ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari langkah sederhana yang penuh makna—seperti menanam pohon sambil menunggu waktu berbuka puasa.
(REL/RZD)