Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Oloan Hasugian (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Penggunaan mobil sedot tinja di Kabupaten Dairi, masih kategori minim. Disebut minim dibanding jumlah rumah dan penduduk.
Hal tu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Oloan Hasugian di Sidikalang, Senin (16/3).
“Penggunaannya, masih minim,” ujar Oloan.
Diterangkan, sesungguhnya, armada dimaksud melayani seluruh wilayah kecamatan di daerah otonom ini.
“Kita punya 1 unit armada. Bisa melayani 15 kecamatan, hingga luar daerah,” kata Oloan.
Berdasarkan rekapitulasi, pemanfaatan tahun 2024 hanya di angka 36 kali dan tahun 2025 sebanyak 44 kali. Selanjutnya, sejak Januari sampai sekarang masih di angka 7 kali pengoperasian.
“Harapan kita, jumlah orderan meningkat menyusul sosialisasi intensif dan penyediaan nomor kontak,” kata Oloan.
Dijelaskan, sesungguhnya retribusi tidaklah terlalu berat. Rp600 ribu per sedotan.
“Tarif layanan, Rp600 ribu setiap sedotan septik tank. Dana itu menjadi bagian pendapatan asli daerah (PAD),” kata Oloan.
Guna menjaga kesehatan pekerja, pihaknya selalu mempersiapkan masker, sarung tangan, sepatu boat dan perlengkapan keselamatan sesuai standar.
“Kami tetap menaruh atensi pada kesehatan petugas,” kata Oloan.
Dipaparkan, tinja diaksud, kemudian dibawa dan diolah di instalasi pengolahan di Sidiangkat Sidikalang.
Targetnya, nanti diolah menjadi kompos. Tetapi hal itu belum terealisasi lantara material belum mencukupi.
(SSR/RZD)