BI Beri Bantuan Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa di 8 Universitas (Analisadaily/Irin Juwita)
Analisadaily.com, Medan - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Utara bersama dengan 8 universitas melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama bantuan pendidikan kebanksentralan BI 2026.
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Medan Area (UMA), Universitas Pancabudi (Unpab), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Politeknik Negeri Medan (Polmed) dan Universitas HKBP Nomensen.
Penandatangan ini langsung dilakukan Kepala KPwBI Sumut, Rudy Brando Hutabarat bersama dengan rektor maupun wakil rektor universitas, di Kantor KPwBI, Selasa (17/3). Rektor yang hadir Rektor USU Prof Muryanto Amin, Rektor UINSU Prof Hj Nurhayati dan lainnya.
Kepala KPwBI Sumut, Rudy Brando Hutabarat, berbicara mengenai pendidikan. Ia terinspirasi sejak satu tahun terakhir berada di Medan. "Saya melihat ornamen gorga, seni khas Batak dengan lengkungan yang indah yang menurut saya mencerminkan filosofi yang sangat relevan dengan dunia pendidikan," katanya.
Dari filosofi gorga tersebut, ia mengambil tiga poin penting yang selaras dengan semangat program bantuan pendidikan saat ini: G – Generasi Unggul, OR – Organisasi, kebersamaan, dan kolaborasi serta
GA – Generasi Hebat.
Rudy mengatakan pertama tentang generasi unggul. Dulu, lanjutnya, semua menganggap bangsa yang besar adalah bangsa yang kaya sumber daya alam—punya minyak bumi, batu bara, dan sebagainya. Namun saat ini, keunggulan bangsa tidak lagi ditentukan oleh sumber daya alam, melainkan oleh kualitas sumber daya manusianya. Contohnya Singapura. Negara kecil, minim sumber daya alam, tetapi maju karena kualitas manusianya. Inilah alasan mengapa Bank Indonesia memberikan bantuan pendidikan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Sumatera Utara, melalui penciptaan generasi unggul. Unggul secara akademik, karakter, dan kontribusi.
"Saya sendiri adalah contoh nyata bagaimana pendidikan bisa mengubah kehidupan. Saya berasal dari keluarga sederhana. Untuk kuliah, bahkan membayar Rp90.000 saja sangat sulit. Saya harus menjadi asisten dosen untuk membiayai hidup.
"Saya pernah tinggal di kos yang sangat sederhana karena keterbatasan ekonomi. Namun melalui pendidikan dan beasiswa, termasuk beasiswa ke luar negeri saya bisa melanjutkan hingga S3 dan sampai pada posisi saat ini. Karena itu, saya sangat ingin mendorong program beasiswa ini agar semakin luas dan berdampak," ungkapnya.
Kedua, Kolaborasi dan Kebersamaan. "Kita tidak bisa berjalan sendiri. Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri, dan perguruan tinggi juga tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi kebijakan dan kolaborasi nyata," sebutnya.
Bank Indonesia kini melakukan refocusing kerja sama dengan perguruan tinggi, tidak hanya pada pemberian beasiswa, tetapi juga peningkatan literasi kebanksentralan, penguatan kapasitas akademik,
pengembangan riset yang aplikatif, pemberdayaan mahasiswa. "Contohnya, saya pernah berdiskusi dengan Fakultas Pertanian tentang bagaimana menghasilkan benih yang tahan terhadap perubahan cuaca," ujarnya.
"Kami juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya magang di perusahaan besar, tetapi juga terjun ke UMKM binaan Bank Indonesia
membantu UMKM menjadi bankable, meningkatkan produktivitas, dan tata kelola keuangan Kami siap memfasilitasi, termasuk memberikan dukungan operasional bagi mahasiswa," sebutnya.
Ketiga, generasi hebat. Tujuan akhir dari semua ini bukan sekadar membantu mahasiswa hari ini, tetapi menyiapkan pemimpin masa depan.
"Saya teringat pesan Bung Karno: 'Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia' saya yakin, dari mahasiswa yang menerima beasiswa hari ini, akan lahir: pemimpin daerah, birokrat yang berintegritas bahkan pemimpin nasional tdak harus langsung menjadi presiden.Menjadi camat, bupati, atau gubernur yang baik pun sudah luar biasa karena mereka akan membawa perubahan nyata," ucapnya.
Rudy berharap program ini terus berjalan dan kolaborasi ini semakin kuat. "Mari kita tinggalkan warisan (legacy) melalui pendidikan. Siapa tahu, mahasiswa penerima beasiswa hari ini akan menjadi pemimpin besar di masa depan—yang suatu hari nanti mengingat bahwa mereka pernah dibantu, dan kemudian kembali berkontribusi untuk bangsa," pungkasnya.
Adapun bantuan beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa jurusan Ekonomi dan Bisnis (Ilmu Ekonomi / Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Syariah). Kemudian, Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) (Teknik, Teknologi dan Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Matematika, Statistika, Aktuaria), lalub
Sosial (Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosial dan Politik, Hukum) serta Sektor Prioritas Daerah (a.l Pariwisata, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, Ekonomi.
(WITA)











