Kondisi Gedung SDN 029 Lumban Dolok yang memprihatinkan. (Analisadaily/Rudi Erianto S)
Analisadaily.com, Siabu - Kondisi bangunan SD Negeri (SDN) 029 Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilaporkan memprihatinkan, Rabu (18/3/2026).
Marga Nasution, salah seorang orang tua siswa, mengatakan kepada wartawan bahwa kondisi sekolah tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Ia menyebut bangunan sekolah terlihat “kupak-kapik” dan dinilai tidak layak untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Kami selaku orang tua siswa merasa sedih melihat kondisi gedung sekolah ini. Sudah sering diusulkan perbaikan, tapi belum juga terealisasi,” ujar Nasution ketika ditemui di Desa Lumban Dolok.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengajuan melalui DPRD Madina, proposal kepada Bupati, hingga permohonan ke Dinas Pendidikan. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait realisasi perbaikan.
Ia juga menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Madina sebenarnya telah beberapa kali melakukan peninjauan ke lokasi sekolah. Meski demikian, tindak lanjut berupa rehabilitasi belum terlihat.
Ia turut menyinggung bahwa Desa Lumban Dolok merupakan kampung halaman sejumlah tokoh, di antaranya Komjen (Purn) Saud Usman Nasution yang dikenal sebagai tokoh dalam pendirian STAIN Mandailing Natal.
Hal tersebut sudah seharusnyalah menjadi perhatian tambahan bagi pemerintah daerah.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan sekolah ini. Jangan sampai anak-anak belajar dalam kondisi yang tidak layak,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN 029 Lumban Dolok, Tuty Khairani Pulungan, membenarkan bahwa kondisi bangunan sekolah memang mengalami kerusakan di beberapa bagian.
“Itulah kenyataannya. Usulan perbaikan sudah sering diajukan, tetapi sampai sekarang belum ada anggaran yang tersedia,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Upaya konfirmasi kepada Koordinator Wilayah (Koorwil) Pendidikan Siabu serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Madina, dr. M. Faisal Situmorang, hingga kini belum memperoleh tanggapan. (RES)
(WITA)











