Meski Libur Lebaran IGD RSUD Sibuhuan Tetap Buka 24 Jam

Meski Libur Lebaran  IGD RSUD Sibuhuan Tetap Buka 24 Jam
Meski Libur Lebaran IGD RSUD Sibuhuan Tetap Buka 24 Jam (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Padanglawas - Meski libur hari raya Idul Fitri 1447 H dan cuti bersama, namun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan Kabupaten Padanglawas tetap memberikan pelayanan medis (Yanmed), khususnya Instalasi Gawat Darurat ( IGD), rawat inap dan persalinan. Tiga bidang pelayanan medis ini tetap buka 24 jam.
Tiga bidang ini tetap dibuka meskipun hari raya dan cuti bersama," kata Plt Direktur RSUD Sibuhuan dr Sukri Habibi Daulay di Sibuhuan Jumat (20/3/2026).
dr Sukri mengatakan, kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari manajemen pelayanan terpadu, dalam menghadapi dinamika kebutuhan kesehatan masyarakat, selama periode libur panjang.
Sedangkan layanan Poli kata Sukri mulai 18-24 Maret tutup dan baru dibuka kembali pada 25 Maret 2026.
"Meski layanan Poli dihentikan sementara, namun Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi 24 jam tanpa henti, sebagai garda terdepan dalam menjamin akses layanan kesehatan yang cepat, responsif, dan profesional," ucap dr Sukri.
Ia menjelaskan, kesiapan layanan gawat darurat merupakan bentuk komitmen institusi, dalam memberikan pelayanan keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas saat lebaran.
Sukri menjelaskan, lebaran Idul Fitri, identik dengan lonjakan aktivitas perjalanan dan perubahan pola hidup. Ini berpotensi meningkatkan risiko kesehatan, mulai dari kelelahan, gangguan metabolik, hingga kecelakaan lalu lintas.
" Untuk itu pelayanan IGD tetap siaga penuh, dengan dukungan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Pihaknya menekankan pentingnya kesadaran masyarakat, dalam menjaga kesehatan secara mandiri, sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.
Ia juga mengingatkan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kondisi darurat kesehatan di rumah, termasuk pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak dan penderita penyakit kronis.
“Segera manfaatkan layanan IGD jika mengalami kondisi darurat. Penanganan dini akan sangat menentukan keselamatan pasien,” ujarnya.
dr. Sukri mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri, sebagai ruang untuk memperkuat budaya hidup sehat.
“Meskipun momentum lebaran adalah kebersamaan dan kebahagiaan. Namun, kesehatan tetap menjadi yang utama,"tegasnya.
(ATS/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi