Gedung Layanan Jantung Berbiaya Rp 1,4 Miliar di Sidikalang Rusak Sebelum Digunakan

Gedung Layanan Jantung Berbiaya Rp 1,4 Miliar di Sidikalang Rusak Sebelum Digunakan
Gedung Layanan Jantung Berbiaya Rp 1,4 Miliar di Sidikalang Rusak Sebelum Digunakan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang – Gedung pelayanan penyakit jantung di RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi rusak sebelum digunakan.

Bangunan itu berbiaya Rp 1,4 milliar anggaran tahun 2025. Setidaknya, itu tampak di bagian plafon.

Rangkaian dimaksud lepas hingga pemandangan tampak menganga. Lampu penerangan menggantung. Fisik sedemikian terlihat jelas bila pengunjung melangkah di jalan belakang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuju parkiran atau laboratorium.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana RSUD Sidikalang, Santi Limbong membenarkan hal tersebut.

“Itu kejadiannya 3 hari lalu. Sudah kami hubungi kontraktor biar segera diperbaiki,” kata Santi, Kamis (26/3/2026).

Seyogianya, kata Santi, pembenahan dilakukan hari ini. Tetapi kabarnya, pemborong, tiba-tiba sakit.

“Kita akan dorong biar cepat ditangani,” tandas Santi.

Dijelaskan, konstruksi itu masih dalam tanggung jawab rekanan. Belum ada serah terima ke manajemen rumah sakit selaku pengguna.

Seorang PNS di unit itu mengakut kaget. Bangunan masih baru dan belum dimanfaatkan tetapi sudah rusak.

“Marobung (jatuh) plafonnya. Kabarnya, ada rembesan air. Makanya nanti akan dibuka untuk perbaikan. Itu sudah jadi perbincangan. Direktur, dr Benny Purba sudah menengok,” kata pegawai itu.

Sekretaris Daerah, Charles Bantjin mengeluhkan proyek itu. Tidak selesai hingga akhir tahun.

“Entah gimanalah kontraknya itu,” kata Bantjin.

Bantjin mengungkapkan, lantaran tidak tuntas, peralatan penanganan penyakit jantung senilai Rp 43 milliar dari Kementerian Kesehatan tidak turun.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi