Kongres Pemilihan BPP GSRI Sukses Pdt Drs Ependi Bukit Terpilih Ketua Umum GSRI 2026-2031

Kongres Pemilihan BPP GSRI Sukses Pdt Drs Ependi Bukit Terpilih Ketua Umum GSRI 2026-2031
Kongres Pemilihan BPP GSRI Sukses Pdt Drs Ependi Bukit Terpilih Ketua Umum GSRI 2026-2031 (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com,Medan-Pdt Drs Ependi Bukit terpilih sebagai Ketua Umum Gereja Sidang Rohu'lkudus Indonesia (GSRI) periode 2026-2031 dalam Kongres Pemilihan Badan Pengurus Pusat (BPP) di Adora Conventional Hall, Jalan Harmonika Baru 7 Medan, Rabu (25/3/2026).

Kongres tersebut dihadiri Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, SE,MM, yang diwakili Dr Agustinus Panjaitan, ST,MT (Kepala Badan Pengembangan SDM Prov-SU, yang sekaligus membuka Kongres GSRI 2026. Hadir juga Kabid Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Sumut Dr Arnot Napitupulu, MPdK, Pdt DR Samuel Ghozaly D (Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia/PGPI) Sumut-Aceh dan peserta Kongres serta undangan lainnya.
Kongres pemilihan BPP berjalan sukses, lancar, tertib dan disambut peserta dengan penuh sukacita.
Ketua Umum terpilih Pdt Drs Ependi Bukit mengharapkan ke depan BPP yang baru dapat bekerjasama semuanya untuk membesarkan gereja GSRI.
"Sumber Daya Manusianya juga akan ditingkatkan. Kalau selama ini ada kekurangan-kekurangan inilah nanti tugas pengurus yang baru untuk menyelesaikan. Sementara terobosan ke depan masing-masing wilayah bekerja keras untuk memberitakan berita Injil " tegas Pdt Ependi Bukit.
Gubsu Bobby Nasution, diwakili Dr Agustinus, yang membuka resmi Kongres GSRI 2026, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran GSRI atas terselenggaranya kongres tersebut.
"Kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda organisasi gereja, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat peran umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sumatera Utara adalah rumah besar bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Oleh sebab itu, kita membutuhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi, termasuk organisasi keagamaan seperti GSRI, untuk terus menjaga kerukunan dan kedamaian," katanya.
Sejalan dengan hal itu, pemerintah Provinsi Sumut terus mendorong terwujudnya visi: "Kolaborasi Sumut berkah menuju Sumatera Utara yang unggul, maju dan berkelanjutan. Makna kolaborasi dalam visi ini adalah pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan organisasi keagamaan," tambahnya.
"Melalui forum kongres tersebut, saya. berharap GSRI dapat semakin memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan moraL dan spiritual masyarakat. Terbangunnya kepemimpinan yang visioner, yang mampu membawa organisasi semakin maju dan memberi dampak positif bagi umat. Selanjutnya saya mengajak seluruh peserta kongres untuk terus menanamkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari."
Pdt DR Samuel Ghozaly menyatakan dalam sambutannya sebagai pemimpin itu sebaiknya memiliki beberapa hal, yang pertama sehat, kedua intelektual (mengikuti perkembangan zaman, termasuk ilmu pengetahuan di bidang IT. Dalam hal ini tidak musti harus sekolah yang tinggi-tinggi walau itu tidak salah tapi banyak dan mau belajar sangat mendukung pelayanan. Kemudian "ongkos". Sebagai pemimpin tentu tidak terlepas dari ongkos atau biaya untuk memperlancar operasional kegiatan. Yang terakhir, Oh Tuhan. Minta tolong sama Tuhan sebagai pusat pengaduan.
Diharapkan, pengurus baru BPP GSRI tetap bersatu. "Di gereja mana pun, kesulitan dan kendala tetap ada. Tapi dengan adanya kebersamaan dan sehati sepikir dengan melibatkan Tuhan, semuanya berjalan dengan baik," kata Pdt DR Ghozaly.
Kemudian, DR Arnot Napitupulu menyatakan yakin dalam kepengurusan BPP yang baru pembangunan rohani gereja GSRI ke depan akan semakin maju pesat berkat kerukunan yang mendatangkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Pembawa acara dalam Kongres GSRI : Dr Rahel Sukatendel, SSos, MSi. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pdt Ir Nenges Ginting melaporkan Kongres GSRI tahun ini diikuti 152 cabang dari seluruh wilayah Indonesia. Tujuan kongres untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan AD/RT yang lebih baik, dan memilih Ketua Umum satu periode ke depan.
"Yang kita harapkan adalah membawa kemajuan organisasi GSRI selanjutnya," kata Ir Nenges.
Kegiatan Kongres diawali dengan kabaktian singkat dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Pdt Lasma Sianturi, SPd. Khotbah dipimpin Pdt Tammat B Bangun yang mengajak peserta Kongres GSRI untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal di tengah perjalanan pelayanan GSRI dengan mengutip Firman Tuhan dari 1 Tesalonika 5:18).
Susunan BPP GSRI Periode 2026-2031: Ketua Umum Pdt Drs Ependi Bukit, Pdt Syamsudin Sembiring, SPd,MTh (Ketua I), Pdt Drs Amos Purba (Ketua II), Pdt Jusia Ginting, STh (Ketua III), Pdt T Bangun (Ketua IV),Pdt Ir Nenges Ginting (Sekretaris Umum), Pdt Matius Ginting (Sekretaris I), Pdt Musa Sembiring (Sekretaris II), Pdt Posan Cibro, STh (Sekretaris III), Pdt Leni Surbakti (Sekretaris IV). Pdt Drs Sada Ukur Sembiring, STh, MTh (Bendahara Umum), Pdt Herman Ginting (Wakil Bendahara), Pdt Lusius Peranginangin, ST, MT, MEng (Pembantu I), Pdt Samuel Sitepu (Pembantu II), Pdt Cristanop Sembiring (Pembantu III). (js)
(NAI)

Baca Juga

Rekomendasi