Suasana kemegahan Grand Ancestral Worship Ceremony (Ji Zu) 2026 di Tiara Convention Centre yang dihadiri ribuan masyarakat. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Ribuan masyarakat memadati Hall Utama Tiara Convention Centre, Kota Medan, dalam perhelatan akbar Grand Ancestral Worship Ceremony (Ji Zu) & Pelimpahan Jasa yang berlangsung khidmat dan megah. Kapasitas gedung yang tampak penuh menghadirkan atmosfer sakral sekaligus historis, menjadikannya salah satu momentum spiritual terbesar di awal tahun ini.
Namun, yang menjadi sorotan utama dan pembeda dalam Ji Zu 2026 ini adalah keterlibatan penuh generasi muda sebagai nyawa penggerak acara.
Hasyim, S.E. (Pimpinan Upacara), Y.M. Bhikkhu Wu Xing, dan Dr. Stiven Widjaja, M.M. (Ketua Panitia) dalam prosesi sakral.
“Hari ini, Tiara Convention Centre bukan hanya tempat ritual, tetapi laboratorium nyata. Melalui pendekatan Real-World Project Learning, kami ingin nilai hormat, kepemimpinan, dan manajemen acara skala internasional tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi dieksekusi langsung oleh siswa dan mahasiswa kami,” tegas Dr. Stiven.
Selain prosesi utama dan pelimpahan jasa yang dikemas modern tanpa meninggalkan esensi rasa syukur, acara ini juga menghadirkan Forum Diskusi Antar Agama bertajuk ‘Berbakti sebagai Fondasi Bangsa’. Forum ini menyajikan perspektif lintas iman yang diwakili oleh tokoh agama Islam (Dr. Hasan Matsum, M.Ag), perwakilan Kristen Katolik (Fr. Paskalis Wangga, CMM, M.Pd., CHt (IACT-USA), CI), serta Agama Buddha yang diwakili oleh Y.M. Bhikkhu Nyanabodhi.
Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi (kiri) bersama perwakilan sponsor utama Bapak Erwin (STTC Group) turut hadir memberikan dukungan.
Kemegahan perhelatan ini terwujud berkat kemitraan strategis dari berbagai organisasi internasional, antara lain Carnegie School Medan, The Corporation Republic of Hwa Dzan Society Taipei, Hua Yan Amitabha Pureland Learning Center Malaysia, Singapore Happy Enterprise, Persatuan Penganut Agama Buddha Amitabha Kuala Lumpur, IMC Organization Limited, serta sejumlah lembaga pendidikan dan keagamaan dari berbagai negara.
Melalui Ji Zu 2026, pesan yang dikumandangkan bukan hanya tentang pelestarian tradisi, melainkan penguatan karakter bangsa di tengah era modern. Dr. Stiven menutup perhelatan ini dengan doa khusus bagi Kota Medan dan Indonesia agar senantiasa diberkahi kedamaian, kebijaksanaan, serta lahirnya generasi penerus yang beretika dan bertanggung jawab. Acara ini sukses menegaskan bahwa pelestarian tradisi leluhur dapat berjalan harmonis beriringan dengan inovasi pendidikan dan semangat persatuan.(REL/WITA)











