Belajar Jam 3 Pagi, Anak Pedagang Bakso Nona Trihayidah Lolos ke UGM

Belajar Jam 3 Pagi, Anak Pedagang Bakso Nona Trihayidah Lolos ke UGM
Belajar Jam 3 Pagi, Anak Pedagang Bakso Nona Trihayidah Lolos ke UGM (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Diterima di kampus perguruan tinggi favorit, tentulah kebanggaan istimewa bagi semua pelajar SMA/SMK. Dan, untuk menggapai asa tersebut, biasanya dibutuhkan persiapan khusus, bahkan jauh-jauh hari.

Nona Trihayidah adalah satu dari 48 siswa SMA Negeri 1 Sidikalang Kabupaten Dairi yang beruntung, lolos lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dan, Nona adalah satu dari 20 peserta didik sekolah dimaksud yang memperoleh tiket tanpa ujian di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.

“Saya bangga ditempa di SMAN 1 Sidikalang. Model pendidikannya bagus. Ini adalah salah satu sekolah terbaik,” kata Nona, Kamis (2/4).

Pun begitu, pertarungan di lembaga pendidikan ini cukup ketat. Karenanya, selain menimba ilmu di ruang formal, dia harus mengisi waktu di rumah dan mengikuti bimbingan belajar (bimbel).

“Saya bangun pukul dua pagi, rutin setiap hari. Paling lama pukul tiga pagi, mulai belajar. Belajar pagi itu, lebih enak. Daya tangkap, tinggi,” kata Nona.

Diutarakan, kendati wilayah Kabupaten Dairi beriklim dingin, semangatnya mampu mengalahkan tusukan udara.

“Saya tidak terlalu merasakan dingin. Pakai penghangat badan. Lalu serius. Suasana pasti lebih enak,” kata Nona.

Pukul 05.00 Wib, Nona ikut membantu persiapan rumah termasuk membantu dagangan orang tua. Ayahnya, Pariono dan ibunya Uswatun Sitopu sehari-hari bekerja jualan bakso di rumah di bilangan Desa Huta Rakyat.

“Saya, anak tukang bakso. Anak pedagang bakso,” ujar Nona, putri bungsu dari 3 bersaudara.

Diutarakan, sepulang sekolah pukul 16.00 Wib, Nona ikut bimbingan belajar. Masuk pukul 19.00 Wib hingga 20.30 Wib.

“Mendingan cepat tidur biar esoknya fresh membaca,” kata Nona.

Dijelaskan, dia diterima di jurusan Filsafat. Menurutnya, studi tersebut mengasyikkan. Itu akan jadi softskill menuju masa depan.

Diakui, jurusan itu dia dambakan sejak duduk di bangku SMP. Obsesi itu didapat ketika kerap mengikuti Rocky Gerung berdebat di televisi.

“Jujur, saya penggemar berat Rocky Gerung. Saya ingin, suatu hari nanti bisa bertemu Rocky. Berdebat merupakan kesukaan saya,” kata Nona.

Diungkapkan, salah satu prestasi diyakini menjadi dasar kelulusan seleksi adalah sertifikat Parlemen Remaja. Agenda itu dilaksanakan Februari 2025 di gedung DPR RI, Jakarta.

“Kami bertemu para anggota DPR RI di Jakarta dan melihat mereka bersidang. Wawasan kita bertambah dimana peserta berasal dari seantero Nusantara,” kata Nona.

Kenapa pilih UGM? Nona menyebut, PTN ini adalah kampus top di Indonesia. Tempat menimba ilmu tokoh nasional dan pejabat negara. Awalnya, dia tak yakin lolos. Bahkan, orang tua dan teman memberi pendapat pesimis. Ambisi itu, ketinggian.

“Orang tua bilang, itu kampus top. Ketinggian tujuannya,” ujar Nona mengulangi pandangan orang tua.

Nona menyebut, jantung berdebat saat jelang pengumuman. Hati gundah, pikiran tak tenang. Ternyata, namanya turut tertera sebagai peraih kursi.

Wakil Kepala Sekolah, Edwin Pasaribu dan Hotmartua Sipangkar menerangkan, 48 siswa masuk lewat jalur SNBP.

“Dari 48 orang ini, 20 orang punya kursi di UGM. Ini luar biasa. Ini capaian tertinggi khusus ke UGM. Sekolah kita jadi fenomenal sekarang,” kata Edwin.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi