Peninjauan Lokasi TPA Dinilai Belum Jawab Krisis Sampah Batahan

Peninjauan Lokasi TPA Dinilai Belum Jawab Krisis Sampah Batahan
Peninjauan Lokasi TPA Dinilai Belum Jawab Krisis Sampah Batahan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Batahan - Langkah Camat Batahan, Sukiman, yang mulai meninjau lokasi calon Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa Batahan, sebagai respons awal atas tekanan publik.

Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab krisis sampah yang telah lama terjadi di wilayah tersebut.

‎Sejumlah pihak menilai bahwa peninjauan lokasi semata masih berada pada tahap wacana, yang selama ini justru berulang tanpa kepastian realisasi. Terlebih, pemerintah kecamatan sendiri telah mengakui bahwa persoalan sampah di Batahan merupakan masalah lama yang belum terselesaikan akibat ketiadaan lahan TPA.

‎“Publik tidak lagi membutuhkan simbol gerak cepat, melainkan kepastian langkah konkret, terukur, dan memiliki tenggat waktu yang jelas,” demikian disampaikan dalam pernyataan yang berkembang di tengah masyarakat oleh perwakilan aktivis mahasiswa Batahan Kurnia Putra Gerdana, Kamis (2/4/2026).

‎Sebelumnya, Camat Batahan menyebut bahwa kendala utama dalam penanganan sampah adalah belum tersedianya lahan resmi untuk pembuangan akhir.

‎Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk menindaklanjuti apabila pemilik lahan memberikan izin, baik melalui skema jual maupun kontrak.

‎Namun demikian, kondisi tersebut justru memunculkan tuntutan baru dari publik agar pemerintah tidak hanya bergantung pada satu opsi penyelesaian.

Masyarakat mendesak adanya skenario alternatif apabila proses negosiasi lahan kembali mengalami hambatan, mengingat persoalan ini telah berlarut-larut tanpa solusi pasti.

‎Selain itu, pemerintah kecamatan juga diminta untuk segera menyampaikan secara terbuka timeline penetapan dan pembangunan TPA, guna memberikan kepastian kepada masyarakat.

Keterlibatan pemerintah kabupaten dan instansi terkait juga dinilai penting agar penanganan tidak berhenti di tingkat kecamatan semata.

‎Saat dikonfirmasi terkait desakan publik mengenai kejelasan timeline pembangunan TPA, Sukiman belum memberikan tanggapan substantif.

Ia hanya menjawab singkat, “sibuk tadi ke lapangan, HP di mobil,” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut atas pertanyaan yang disampaikan.

‎Minimnya respons tersebut semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat bahwa langkah peninjauan yang dilakukan berpotensi hanya menjadi simbol gerak cepat tanpa diikuti kepastian realisasi.

‎Di sisi lain, kondisi di lapangan yang semakin mendesak menuntut adanya langkah darurat jangka pendek, sembari menunggu solusi jangka panjang.

‎"Jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, peninjauan lokasi TPA dikhawatirkan hanya menjadi pengulangan pola lama, yakni respons sesaat tanpa penyelesaian nyata," tambah Kurnia.

‎Situasi ini mempertegas bahwa masyarakat Batahan kini tidak lagi sekadar menunggu niat baik dari pemerintah, melainkan menuntut bukti nyata serta keberanian dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan krisis sampah yang telah berlangsung bertahun-tahun. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi