Suasana di Bandara Kulanamu (Analisadaily/Kali A Harahap)
Analisadaily.com, Kualanamu - Kabar kurang sedap datang bagi para pengguna jasa transportasi udara di Sumatera Utara. Harga tiket pesawat dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) terpantau melonjak signifikan dalam dua hari terakhir.
Tak tanggung-tanggung, untuk rute favorit Medan-Jakarta kelas ekonomi, harganya kini merangkak naik hingga nyaris menyentuh angka Rp3 juta.
Lonjakan ini merupakan buntut dari kebijakan pemerintah yang mengizinkan penyesuaian tarif sebesar 9-13% sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar pesawat (Avtur) secara global.
Berdasarkan data yang dihimpun di Bandara Kualanamu, hampir seluruh maskapai melakukan penyesuaian harga yang cukup terasa bagi kantong penumpang.
Maskapai Garuda Indonesia harga normal Rp2,3 Juta, saat ini Rp2,8 Juta. Batik Air harga normal Rp2,0 Juta, saat ini Rp2,7 Juta. Citilink harga normal Rp1,99 Juta, saat ini Rp2,4 Juta. Super Air Jet harga normal Rp2,0 Juta, saat ini Rp2,3 Juta. Lion Air harga nirmal Rp2,0 Juta, saat ini Rp2,2 Juta.
Efek Avtur Dunia dan Arus Balik
Ketua Airline Operators Committee (AOC) Bandara Internasional Kualanamu, Rahmad Iskandar Dinata, membenarkan adanya kenaikan rata-rata sebesar 13% tersebut. Menurutnya, kenaikan ini tidak hanya terjadi pada rute domestik, namun juga merambah ke rute internasional.
"Penerbangan internasional juga sudah naik hingga 13 persen untuk tambahan harga tiket," ujar Rahmad saat dikonfirmasi pada Selasa (7/4/2026).
Meski harga melonjak, Rahmad menyebutkan bahwa jumlah penumpang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini disebabkan oleh momentum arus balik Idulfitri dan libur Paskah yang masih berlangsung.
"Saat ini tingkat keterisian kursi (seat) masih tetap penuh. Kemungkinan penurunan jumlah penumpang baru akan terjadi di pertengahan April saat memasuki low season," tambahnya.
Keluhan Penumpang: "Sangat Berat"
Kenaikan ini tentu menuai keluhan dari masyarakat. Johan, salah seorang penumpang di Bandara Kualanamu, mengaku sangat terbebani dengan harga yang mendekati angka Rp3 juta tersebut.
"Apalagi kondisi ekonomi saat ini lagi sulit. Harga tiket hampir Rp3 juta itu sangat berat. Kami berharap pemerintah segera mencari solusi agar harga kembali normal," harap Johan.
Ia juga berharap maskapai tetap menyediakan program tiket promo untuk membantu masyarakat tetap bisa bepergian di tengah himpitan ekonomi.
(KAH/RZD)