Praktisi Hukum Minta Evaluasi Kinerja Polres Belawan

Praktisi Hukum Minta Evaluasi Kinerja Polres Belawan
Praktisi Hukum Minta Evaluasi Kinerja Polres Belawan (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Belawan.
Praktisi hukum kelahiran Medan Utara, Helmax Alex Sebastian Tampubolon, meminta kepada Kapoldasu agar mengevaluasi kinerja jajaran Polres Pelabuhan Belawan.
Desakan ini terkait semakin meningkatnya tindak kriminalitas jalanan, serta maraknya penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, yang meliputi kawasan Medan Deli, Marelan, Labuhan, Belawan, Hamparan Perak Deliserdang.
Menurut Helmax, sejak kepemimpinan Kapolres yang baru, belum terlihat langkah signifikan dalam menekan tindak kriminalitas, khususnya terkait kejahatan jalanan seperti geng motor dan begal.“Apalagi dalam dua hari terakhir ini banyak peristiwa kejahatan jalanan yang mengakibatkan korban mengalami penganiayaan dalam aksi brutal geng motor dan begal. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” ujarnya kepada Analisadaily, Rabu (08/4/2026).
Ia mengungkapkan, sejumlah kasus kejahatan menonjol, memperlihatkan lemahnya pengawasan keamanan wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, yang meliputi Belawan, Labuhan, Marelan, Medan Deli, Labuhandeli dan Hamparanperak Kabupaten Deliserdang.
Seperti halnya yang dialami seorang pria yang tewas setelah diikat dan dianiaya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan pada Senin, (06/4/2026).Demikian juga terkait dua wanita penumpang angkot trayek 81 menjadi korban begal di kawasan Jalan Yos Sudarso, simpang Jalan Kayu Putih, Kecamatan Medan Deli (Selasa, 7/4) siang.
Ironisnya lagi, seorang petugas jaga malam Poskamling, Ahmad Samsir (51) dibacok sekelompok remaja yang diduga geng motor di kawasan Belawan pada Rabu l08/4/2026) dinihari. Hingga kini masih menjalani perawatan di RSU Eshmun Marelan.
Helmax menilai, rentetan kejadian tersebut menunjukkan aparat belum mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat. Seharusnya peran polisi sangat dibutuhkan melalui langkah patroli, namun terkesan tidak maksimal.
Direktur LBH Cakra Keadilan itu juga menyoroti lambannya respons aparat dalam menangani potensi konflik. Ia menyinggung kasus tawuran di Kelurahan Sicanang yang berujung penjarahan dan perusakan rumah warga.
Apalagi warga sudah lebih dulu memberikan informasi kepada pihak kepolisian, namun tidak ditindaklanjuti secara cepat hingga akhirnya aksi tawuran terus terjadi, di sejumlah wilayah di Kecamatan Medan Belawan.
Selain itu, Helmax menilai maraknya kriminalitas tidak terlepas dari peredaran narkotika yang kian bebas.
“Uang hasil kejahatan mayoritas digunakan untuk membeli narkoba seperti sabu dan ganja,” ungkapnya.
Bahkan menyebut aktivitas peredaran narkoba di sejumlah wilayah sudah seperti “rahasia umum” Termasuk di kawasan bantaran Sungai Bedera, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
Atas kondisi tersebut, Helmax Alex menegaskan sudah saatnya dilakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan. "Kapoldasu sudah saatnya menindak lanjuti hasil penanganan tawuran di sejumlah kawasan di Medan bagian utara dan pengungkapan kasus kejahatan Jalanan lainnya,"pungkasnya. (MAA)
(NAI)

Baca Juga

Rekomendasi