ACFFEST Movie Day 2026 Hadir di Sumut, Kampanye Antikorupsi Melalui Film dan Komunitas

ACFFEST Movie Day 2026 Hadir di Sumut, Kampanye Antikorupsi Melalui Film dan Komunitas
ACFFEST Movie Day 2026 Hadir di Sumut, kampanye antikorupsi melalui Film. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026 kembali menggelar rangkaian Movie Day sebagai bagian dari gerakan edukasi publik antikorupsi berbasis film, diskusi, dan aktivitas kreatif.

Program yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia ini kini memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan dan terus memperkuat peran film sebagai medium kampanye integritas yang dekat, reflektif, serta partisipatif di tengah masyarakat.

Di Sumatera Utara (Sumut), kegiatan ACFFEST Movie Day 2026 resmi digelar di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini didukung oleh Manuprojectpro Indonesia sebagai salah satu komunitas partner penyelenggara di daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dr. Immanuel Prasetya Gintings selaku Ketua Yayasan Manuprojectpro Indonesia, Christian Fau selaku sineas, Adhi Setyo Tamtomo selaku Program Director ACFFEST, serta Maha Raisha Diviana selaku Program Coordinator ACFFEST.

Kehadiran mereka memperkuat nuansa kolaboratif antara pegiat film, komunitas, dan penggerak kampanye antikorupsi.

Mengusung tema “Dari Lensa, Integritas Terjaga”, ACFFEST Movie Day 2026 menjadi ruang pertemuan antara komunitas film dan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun kesadaran terhadap nilai-nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian bersikap melalui medium audio-visual.

Dalam keterangannya, Adhi Setyo Tamtomo selaku Program Director ACFFEST, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis film dipilih karena dinilai efektif dalam menyampaikan pesan antikorupsi secara lebih emosional dan mudah diterima masyarakat.

“Film memiliki kekuatan untuk menyentuh sisi emosional sekaligus membuka ruang refleksi. Melalui ACFFEST, kami ingin nilai-nilai antikorupsi tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga dirasakan dan dihidupi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Secara nasional, ACFFEST 2026 berkolaborasi dengan 12 komunitas film daerah di berbagai provinsi untuk membentangkan layar dan bertemu dengan #KawanAksi dalam ruang belajar sekaligus ruang kreatif.

Rangkaian Movie Day tahun ini juga menjadi pelaksanaan kedua yang melibatkan komunitas film daerah dan Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat serta perluasan partisipasi publik.

Tak hanya pemutaran film dan diskusi, ACFFEST 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi film, mulai dari ide cerita film pendek, film pendek fiksi, film pendek pelajar tingkat SMP dan SMA, film pendek vertikal kementerian/lembaga, hingga kompetisi regional barat yang mengangkat isu sumber daya alam (SDA).

Ragam program ini membuka ruang luas bagi pelajar, komunitas kreatif, hingga institusi untuk turut menyuarakan nilai antikorupsi melalui karya audio-visual.

Khusus di Sumut, rangkaian ACFFEST Movie Day 2026 tidak hanya berlangsung di Medan, tetapi juga akan digelar di Pangururan, Samosir pada 21 April 2026, serta di SMKS T. Amir Hamzah Indrapura pada 24 April 2026.

Setiap titik kegiatan dirancang bukan sekadar sebagai ruang pemutaran film, melainkan juga sebagai forum diskusi publik yang membuka dialog kritis mengenai integritas, penyalahgunaan kekuasaan, dan tanggung jawab sosial.

Keterlibatan komunitas film daerah menjadi elemen kunci dalam penyelenggaraan ini. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kampanye antikorupsi dapat diperkuat melalui pendekatan kultural dan partisipatif yang lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui ACFFEST Movie Day 2026, KPK RI berharap nilai-nilai antikorupsi tidak berhenti sebagai wacana normatif, tetapi benar-benar menjadi sikap dan praktik sosial. Film, diskusi, dan kolaborasi komunitas diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus mendorong partisipasi publik yang lebih luas dalam membangun budaya integritas di Indonesia.

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi