Kapolres Samosir Jadi Orang Tua Asuh Anak Korban Penganiayaan. (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Samosir - Bentuk kepedulian terhadap masa depan anak korban kekerasan kembali ditunjukkan jajaran Polres Samosir. Pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 09.40 WIB, Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, mengunjungi langsung rumah seorang anak korban penganiayaan di Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh keluarga korban, para guru SD Negeri 4 Marlumba, perangkat desa, dan warga sekitar. Suasana pertemuan berlangsung sederhana dan penuh keakraban, diwarnai ramah tamah sebagai bentuk pendekatan humanis antara kepolisian dan masyarakat.
Kapolres berdialog langsung dengan korban untuk memberikan dukungan moral sekaligus mengetahui kondisi psikologisnya. Dari keterangan korban, kekerasan diduga terjadi berulang kali setiap kali korban melakukan kesalahan, dengan perlakuan yang dinilai telah melampaui batas kewajaran.
Kapolres juga meminta keterangan dari ayah korban. Diketahui, tindakan kekerasan tersebut kerap terjadi saat sang ayah tidak berada di rumah.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Kapolres menyatakan komitmennya untuk menjadi orang tua asuh bagi korban. Niat tersebut mendapat sambutan positif dari korban serta dukungan penuh dari keluarga.
Selain itu, Kapolres turut berdialog dengan pihak sekolah yang pertama kali mengetahui kondisi korban. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian kepolisian dan berharap proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan tegas.
Para guru juga menyoroti perubahan perilaku serta kondisi psikologis korban selama di sekolah, dan menyatakan kesiapan untuk terus berkoordinasi dalam proses pemulihan.
Dalam keterangannya, Kapolres menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius pimpinan, termasuk Kapolda, sehingga penanganannya akan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum.
Ia menekankan bahwa kasus kekerasan terhadap anak tidak dapat diselesaikan melalui perdamaian yang menghentikan proses hukum, mengingat perbuatan tersebut merupakan tindak pidana yang harus diproses demi keadilan dan efek jera.
“Polres Samosir berkomitmen menindaklanjuti kasus ini secara profesional serta memastikan perlindungan dan masa depan korban,” tegas Kapolres. Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran orang tua, khususnya ayah korban, dalam meningkatkan pengawasan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
Kepada korban, Kapolres memberikan motivasi agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan dan tidak menyerah pada keadaan. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik, serta mengingatkan agar korban tidak mengulangi siklus kekerasan yang pernah dialaminya.
Sebagai tindak lanjut, Kapolres Samosir juga berencana mengunjungi SD Negeri 4 Marlumba untuk melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian sepatu dan alat tulis bagi para siswa.
Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih dari keluarga korban, para guru, dan perangkat desa kepada Kapolres Samosir beserta jajaran atas kepedulian dan perhatian yang diberikan. Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.50 WIB dalam suasana aman, tertib, dan penuh harapan bagi masa depan korban. (TN)(WITA)











