Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Simalungun Mulai Teratasi, Distribusi Kini Berangsur Normal

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Simalungun Mulai Teratasi, Distribusi Kini Berangsur Normal
Pemerintah terus mendistribusikan pupuk bersubsidi kepada petani di seluruh Tanah Air termasuk di Sumatera Utara untuk mengatasi persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi. (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Setelah sempat membuat petani di Kabupaten Simalungun dan sejumlah daerah di Sumatera Utara resah sejak Februari hingga April 2026, kelangkaan pupuk bersubsidi kini mulai berangsur teratasi. Memasuki Mei 2026, distribusi pupuk disebut mulai kembali normal seiring membaiknya pasokan dari produsen.

Di sejumlah sentra pertanian, pupuk yang sebelumnya sulit diperoleh perlahan mulai tersedia. Aktivitas distribusi dari pelabuhan hingga ke kios-kios penyalur pun kembali bergerak untuk memenuhi kebutuhan petani yang tengah memasuki musim tanam.

Manajer Sumut I PT Pupuk Indonesia, Rizki Putra Vona, mengatakan kondisi pasokan pupuk subsidi di Sumut mulai stabil sejak April 2026. Pasokan urea kini didatangkan dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), sedangkan pupuk NPK dipasok dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Aceh.

“Per April 2026 kondisi pupuk di Sumut sudah mulai stabil. Untuk urea pasokannya dari PKT, sementara NPK dari PIM,” kata Rizki saat dihubungi via seluler, Selasa (12/5/2026).

Ia mengakui kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi pada Februari hingga Maret lalu dipicu gangguan produksi di sejumlah pabrik pupuk nasional yang terjadi hampir bersamaan. Salah satunya pabrik lini I PIM di Aceh yang terdampak bencana pada November 2025 sehingga operasional mesin sempat terhenti. Selain itu, beberapa pabrik pupuk di Pulau Jawa juga mengalami kerusakan mesin produksi.

Kondisi tersebut membuat distribusi pupuk ke sejumlah daerah, termasuk Sumut, tersendat. Namun sejak April, distribusi mulai kembali lancar meski pasokan belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan petani.

Saat ini, pupuk urea yang didatangkan dari Kalimantan Timur melalui Pelabuhan Belawan sudah mulai keluar dengan volume distribusi sekitar 1.200 hingga 1.500 ton per hari.
“Distribusi kita prioritaskan ke daerah yang sedang memasuki musim tanam. Mudah-mudahan Mei ini pupuk sudah terdistribusi dengan baik ke seluruh kabupaten dan kota di Sumut,” ujarnya.

Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Sumut menunjukkan realisasi penyaluran pupuk subsidi mulai meningkat dalam tiga bulan terakhir.

Untuk pupuk urea subsidi, realisasi penyaluran pada Februari 2026 tercatat 10.301,1 ton, kemudian meningkat menjadi 13.568,85 ton pada Maret, dan kembali naik menjadi 18.958 ton pada April.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas KPTPH Sumut, Heru Suwondo, melalui Fungsional Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda, Desa Mandasari, menjelaskan total realisasi pupuk urea subsidi selama Februari hingga April mencapai 56.239,4 ton atau sekitar 27,76 persen dari total alokasi tahunan sebesar 202.586 ton.

Sementara untuk pupuk NPK subsidi, realisasi penyaluran pada Februari mencapai 19.612,25 ton, Maret 15.028,85 ton, dan April meningkat menjadi 26.011,90 ton.

“Total realisasi pupuk NPK subsidi selama Februari sampai April mencapai 75.868,30 ton atau sekitar 31,36 persen dari total alokasi setahun sebanyak 241.930 ton,” jelas Desa Mandasari.

Menurutnya, tersendatnya distribusi pupuk subsidi beberapa bulan terakhir tidak terlepas dari terganggunya produksi PT PIM akibat banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025.

“Pabrik PIM terdampak banjir bandang sehingga produksinya sempat terkendala. Namun sekarang pasokan urea sudah dibantu dari Kalimantan Timur,” katanya.

Saat ini, proses pemenuhan stok pupuk subsidi untuk berbagai daerah di Sumut masih terus berlangsung. Di Pelabuhan Belawan, aktivitas pengantongan pupuk urea terus dilakukan sebelum didistribusikan ke kabupaten dan kota.

“Sekarang sedang proses pengantongan pupuk urea di Belawan untuk selanjutnya disalurkan ke daerah-daerah di Sumatera Utara,” tutupnya. (MUL)

(DEL)

Baca Juga

Rekomendasi