Pasca OTT Bupati Langkat, Tiorita Berdoa Agar Pak Bupati Selalu Dalam Lindungan Allah SWT

Pasca OTT Bupati Langkat,  Tiorita Berdoa Agar Pak Bupati Selalu Dalam Lindungan Allah SWT
Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti tak kuasa menahan tangisnya saat diwawancara dengan didampingi Sekdakab Langkat Amril. (Analisadaily/HeryPutraGinting)

Analisadaily.com, Langkat- Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengamankan Bupati Langkat, Syah Afandin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti tak kuasa menahan tangisnya ketika ditanya sejumlah awak media, usai nonton bareng Piala Dunia di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Kelurahan Kwala Bingai Kecamatan Stabat.

"Saya menghormati aja praduga tak bersalah, saya berdoa khususnya untuk Kabupaten Langkat, agar pak bupati selalu dalam lindungan Allah SWT," ujar Tiorita sembari menangis saat diwawancarai wartawan, Jumat (3/7/2026).

Tiorita juga berharap kepada semua keluarga Bupati Langkat, agar tabah menghadapi ujian tersebut. "Saya berdoa agar Bupati Langkat selalu dalam lindungan Allah SWT dan semua keluarga untuk kuat dalam menghadapi ujian ini," ungkap Tiorita.

Lebih lanjut Tiorita mengaku terakhir ketemu dengan Bupati Langkat, Syah Afandin dua hari yang lalu, tepatnya pada hari HUT Bhayangkara. "Semalam atau dua hari yang lalu saya ketemu sewaktu hari Bhayangkara. Aduh saya sudah tidak bisa ngomong lagi, semoga pak bupati sehat, jaga kesehatan, selalu berdoa," kata Tiorita.

Bahkan Tiorita juga menyampaikan pesan kepada Bupati Langkat agar beliau selalu sehat, tetap jaga kesehatan dan selalu berdoa.

Pascakejadian ini, Wakil Bupati Langkat juga berharap kedepannya Kabupaten Langkat tetap harus kuat dan maju untuk mendapatkan Langkat yang lebih baik dan sejahtera. "Langkat harus kuat dan maju, agar lebih baik dan sejahtera. Saya tidak tau sampai detik ini di mana keberadaan pak bupati," tambahnya.

Sementara itu, Sekdakab Langkat Amril mengatakan nonton bareng piala dunia tetap digelar meski Bupati Langkat diamankan KPk karena kegiatan ini merupakan intruksi dari Kementerian Dalam Negeri supaya daerah daerah nonton bareng.

"Kegiatan ini sudah terjadwal sejak lama bahkan dikecamatan sudah disosialilasikan dan kegiatan ini harus kami laporkan juga sampai Kemendagri, " ujar Amril

Amril juga menegaskan bahwa untuk hari ini tidak ada masalah untuk pelayanan Pemkab Langkat tetap berjalan seperti biasa.

Terkait penyegelan ruang kerja bupati dan dimana lagi tempat yang juga disegel, Sekdakab mengakui tidak tau kapan kejadiannya dan rumah dinas bupati juga disegel.

"Tidak tau pasti kapan terjadinya, tapi tanggal 2 Juli 2026 malam dan untuk yang disegel sepengetahuan saya ruang kerja bupati dan ruang tidur pribadi yang ada dirumah dinas,' ungkap Amril.

Untuk ASN yang diamankan, Amril menyampaikan akan menunggu rilis dari KPK dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, bagaimana statusnya nanti kita akan sesuaikan dengan peraturan Perundang-Undangan.

Diketahui Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, 7 orang itu terdiri dari Bupati Langkat Syah Afandin, 1 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Langkat, dan 5 orang dari pihak swasta. "Adapun kepada 7 orang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, diamankan di wilayah Langkat, Binjai, dan juga Medan,” kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Budi mengatakan, tim KPK juga mengamankan uang ratusan juta dalam operasi senyap tersebut yang diduga diberikan pihak swasta untuk Syah Afandin. “Perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim Kabupaten Langkat,” ujar Budi. Budi mengatakan, KPK sedang mendalami dugaan gratifikasi yang dilakukan Bupati Syah Afandin.

Dia juga mengatakan, saat ini, Syah Afandin dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut di Gedung Merah Putih. “Yang dibawa ke Jakarta satu orang, Bupati, siang ini dijadwalkan tiba di (Gedung) Merah Putih,” ujar dia.

(HPG/YY)

Baca Juga

Rekomendasi