Kebakaran di Sidikalang Diwarnai Aksi ‘Kesempatan dalam Kesempitan’, Perhiasan Warga Ikut Raib (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Sidikalang - Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Erwin Sitorus mengatakan, telah melakukan pendataan terhadap korban kebakaran di Jalan Pakpak, Kecamatan Sidikalang, Sabtu (19/9).
Pendataan dimaksud meliputi kebutuhan para korban dan bantuan yang tersedia di pemerintah.
“Sudah didata apa kebutuhan para korban. Lalu disesuaikan dengan ketersediaan di tingkat pemerintah,” kata Erwin.
Erwin menyebut, biasanya pemerintah menyalurkan bahan bangunan berupa seng dan semen dalam kuantita tertentu. Begitu juga bahan pangan dan pakaian.
Diterangkan, musibah yang terjadi kemarin mengakibatkan 5 keluarga kehilangan tempat tinggal. Hangus total. Sementara 2 keluarga terdampak atau kediaman dibongkar paksa menghindari kobaran api lebih jauh. Lokasi kejadian berada di seberang SPBU.
“Pemerintah Kabupaten Dairi menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah menimpa warga,” kata Erwin.
Dijelaskan, musibah tidak merenggut korban jiwa. Tentang Bornok Manurung (50), kata Erwin, wafat lantaran syok melihat kobaran api. Rumahnya relatif dekat dengan kejadian.
“Bornok pingsan menengok kobaran api dekat kediamannya. Dilarikan keluarga ke RSUD Sidikalang hingga wafat. Sebelumnya, almarhum mengalami penyakit jantung,” ujar Erwin.
Erwin menyesalkan adanya tindakan orang tertentu memanfaatkan kesempatan dalam situasi panik dan butuh pertolongan.
“Ada yang kesempatan dalam kesempitan. Pura-pura menolong padahal, tujuannya diduga lain,” kata Erwin.
Hal itu diungkap Erwin menyusul gelagat orang tertentu seolah mau membantu pedagang kelontong di seberang TKP, tetapi gerak-geriknya mencurigakan. Orang itu mendesak agar barang-barang dikeluarkan padahal dari sisi jarak, masih terbilang aman.
“Ada orang mendesak pemilik toko agar barang-barang dievakuasi padahal, jarak api masih terbilang aman. Saya pesankan ke pemilik rumah, tidak usah dikeluarkan. Cukup dijaga. Diupayakan dinding rumah disiram,” kata Erwin.
Diperoleh kabar, seorang ibu rumah tangga mengalami kehilangan perhiasan di saat kediamannya digasak si jago merah.
(SSR/RZD)