Gebrakan Sofyan Tan dan Kemenpora di ST Bhinneka: Ajang 3x3 Basketball Bertabur Beasiswa hingga Rahasia ‘Jantung Kedua’ Manusia (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Medan - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI sukses menggelar kampanye Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) yang dipusatkan di Halaman Kampus Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Medan.
Rangkaian kegiatan olahraga yang berlangsung semarak ini diisi dengan dua agenda utama, yakni Turnamen Basketball 3x3 serta kegiatan Fun Run bersama seluruh civitas akademika dan masyarakat umum.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, drSofyan Tan menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga legislatif, yayasan pendidikan, dan organisasi olahraga menjadi sarana efektif dalam membina generasi muda yang tangguh, sehat, dan berprestasi.
Rangkaian agenda diawali dengan Turnamen Basketball 3x3 yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Yayasan Cahaya Inspirasi Sofyan Tan pada 19–20 September.
Ajang tersebut diikuti oleh tim bola basket tingkat SMA se-Kota Medan dan sekitarnya yang bertanding memperebutkan gelar terbaik.
Dalam sambutannya, Sofyan Tan mengaku sangat bangga melihat antusiasme serta peningkatan kualitas permainan para atlet muda, terutama pada kategori putri yang menunjukkan kemajuan luar biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, bola basket bukan sekadar cabang olahraga kompetitif, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan "nyawa" anak muda masa kini.
Melalui olahraga basket ini, peserta tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga membangun tali silaturahmi, persahabatan, dan karakter saling memahami antar sesama siswa.
Ia juga menjelaskan peran Yayasan Cahaya Inspirasi Sofyan Tan yang dipimpin oleh para anak asuh penerima beasiswa.
Yayasan ini bergerak menghimpun dana masyarakat untuk menyalurkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki semangat belajar tinggi serta kecintaan pada tanah air.
Pengembangan olahraga ini juga didukung penuh oleh Kampus Universitas ST Bhinneka yang berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM).
Sofyan Tan memaparkan rencana jangka panjang hingga tahun 2029, di mana akan dibangun gedung sekolah dengan 10 lantai, dilengkapi Convention Hall, serta Gedung Serbaguna/GOR Basket megah di area kampus.
Selain itu, ke depan kejuaraan basket ini ditargetkan rutin digelar dua kali dalam setahun melalui Piala ST Bhinneka dan Piala Kemenpora.
Acara penutupan turnamen turut dihadiri Wakil Ketua Umum 1 Pemprov Perbasi Sumut yang juga Kabid 3x3 Irsan Budiman, Anggota Dewan Pembina YPSIM Felix Iskandar Harjatanaya, B.Sc., M.Sc., Ketua YPSIM Finche Kosmanto, S.E., M.Psi., Rektor Universitas ST Bhinneka Bobby Christian Halim, S.T., S.H., M.H., CPM., beserta pengurus Perbasi Sumut, wasit, pelatih, orang tua, dan seluruh peserta.
Setelah melewati persaingan ketat, kompetisi melahirkan para pemenang. Pada Kategori Putri, Juara 1 berhasil diraih oleh SMAN 8 Medan, disusul SMAN 13 Medan sebagai Juara 2, dan SMAN 1 Medan sebagai Juara 3.
Sementara pada Kategori Putra, gelar Juara 1 disabet oleh SMA Sultan Iskandar Muda, Juara 2 diraih SMA Kingston, dan Juara 3 diduduki SMA Primeone A. Para pemenang berhak mendapatkan piala, uang tunai, serta beasiswa kuliah di Universitas ST Bhinneka.
Sebelumnya pada Minggu (20/9) pagi dalam rangkaian kampanye Gemar, dilaksanakan kegiatan Fun Run yang diselenggarakan bersama Satya Council di halaman kampus dengan rute sekira 5 kilometer.
Ratusan peserta, yang sebagian besar merupakan mahasiswa tampak antusias melintasi rute lari dengan penuh kegembiraan.
Pada kesempatan tersebut, Sofyan Tan memberikan edukasi kesehatan yang berharga mengenai pentingnya rutin menggerakkan tubuh. Sebagai seorang dokter, ia menjelaskan secara ilmiah alasan fisiologis di balik manfaat lari pagi dan jalan kaki bagi tubuh manusia.
Ia mengungkapkan bahwa manusia sebenarnya memiliki "dua jantung" di dalam tubuhnya, di mana jantung pertama berada di dalam rongga dada, sedangkan "jantung kedua" terletak pada bagian kaki, khususnya otot-otot betis dan pergelangan kaki.
Ketika seseorang berjalan atau berlari, otot-otot di kaki akan berkontraksi dan bertindak sebagai pompa untuk mendorong aliran darah kembali ke jantung dan paru-paru. Tanpa pergerakan kaki, darah dan oksigen tidak akan tersalurkan secara maksimal ke organ-organ atas, termasuk otak.
Ia memberikan contoh fenomena orang yang sering merasa kebas atau bahkan pingsan saat mengikuti upacara bendera akibat berdiri tegak terlalu lama tanpa bergerak.
Hal itu terjadi karena aliran darah tidak terpompa kembali ke atas sehingga otak mengalami kekurangan pasokan oksigen. Solusinya sederhana, yakni cukup menggerakkan jari-jari kaki atau menggerak-gerakkan kaki secara halus agar "jantung kedua" tetap bekerja memompa darah.
Sofyan Tan juga menekankan bahwa aktivitas olahraga ringan seperti lari dan jalan kaki adalah investasi kesehatan paling murah karena tidak memerlukan biaya.
Dengan teratur berolahraga, pasokan oksigen ke otak menjadi cukup sehingga otak menjadi lebih segar, emosi lebih stabil, dan kecerdasan otak saat belajar meningkat pesat.
Mengakhiri pemaparannya, ia menitipkan pesan filosofis kepada seluruh anak muda yang hadir bahwa lari mengajari tentang daya juang dan persahabatan.
Sekecil apa pun peluang yang dimiliki, setiap individu diimbau untuk terus berjuang sampai menyentuh garis finish, serta terus mengasah diri karena dari tubuh yang bugar dan otak yang cerdas akan lahir jawara bagi keluarga serta calon pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
(REL/RZD)