Kolaborasi Dinkes Sumut dan FAI, Perkuat Kapasitas Penolong Pertama Demi Sumut Berkah

Kolaborasi Dinkes Sumut dan FAI,  Perkuat Kapasitas Penolong Pertama Demi Sumut Berkah
Kolaborasi Dinkes Sumut dan FAI untuk memperkuat kapasitas Penolong Pertama Demi Sumut Berkah. (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Langkah taktis dan progresif kembali ditorehkan dalam gerakan kemanusiaan di Sumatera Utara. Perkumpulan Lembaga First Aid Indonesia Sumatera Utara (FAI Sumut) menyambut dengan penuh antusias, rasa hormat, dan kebanggaan mendalam atas respon luar biasa serta dukungan nyata yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Provsu) terhadap gerakan penyelamatan nyawa di akar rumput.

?Kolaborasi strategis ini resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Adendum Naskah Kesepahaman (MoU), penerbitan Surat Rekomendasi Teknis Pelatihan Pertolongan Pertama, Surat Dukungan penuh untuk Gerakan Masyarakat Penolong Pertama (GMPP), serta Kata Sambutan khusus dari Kadinkes Provsu di dalam buku panduan FAI SUMUT.

Seluruh rangkaian sinergi ini turut diabadikan dalam momen kebersamaan jajaran Dinkes Provsu bersama Direktur FAI Sumut, M. Hendra Ramli, ST., dan para pengurus saat memegang master sertifikat pelatihan bagi para peserta.

Menanggapi langkah progresif dan dukungan penuh dari pihak dinas kesehatan tersebut, Direktur FAI Sumut, M. Hendra Ramli, ST, melontarkan pernyataan bernas dengan gaya bahasa khas pegiat sosial dan gerakan rakyat (civil society) Sumut.

?"Kami di FAI Sumut bangga melihat respons dan dukungan luar biasa dari Pak Kadinkes Provsu. Ini bukan sekadar urusan administrasi birokrasi, tapi soal kesamaan frekuensi dan nurani kemanusiaan. Selama ini kita sadar, urusan nyawa orang di jalanan, di rumah, atau di tempat kerja saat darurat gak boleh dibebankan ke rumah sakit atau ambulan aja yang jaraknya sering kali jauh. Lewat dukungan penuh Dinkes Provsu ini, artinya pemerintah membuktikan diri hadir merangkul inisiatif akar rumput. Ini kolaborasi setara yang tulus, gak pakai jarak, demi memastikan anak-anak muda dan masyarakat kita punya keahlian untuk jadi penolong pertama di garis depan. Kalau bukan kita yang peduli sama keselamatan sesama, siapa lagi?" tegas M Hendra Ramli, ST.

Sebagai lembaga independen yang konsisten di jalur kemanusiaan, FAI Sumut menegaskan sikap teguhnya untuk bergerak secara mandiri dan tidak pernah meminta atau membebani anggaran negara, baik melalui APBN maupun APBD Provinsi Sumatera Utara, dalam menjalankan setiap program pelatihan dan pengabdian masyarakatnya.

?Gerakan ini juga berdiri di atas fondasi rekam jejak historis yang matang. FAI Sumut merupakan kelanjutan kelembagaan dari First Aid Indonesia yang sejak tahun 2006 hingga 2009 telah aktif menggerakkan pelatihan pertolongan pertama bersama The Johanniter International Assistance dan Departemen Kesehatan RI.

Berbekal pengalaman melatih puluhan ribu warga, buku panduan pertolongan pertama FAI Sumut kini telah dimutakhirkan sepenuhnya agar selaras dengan protokol terkini (standar First Aid Global & Nasional tahun 2020–2025 serta berakar pada fondasi protokol 2009).

?Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, H. Muhammad Faisal Hasrimy, AP., M.AP., menegaskan bahwa langkah sinergi ini sejalan dengan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta prinsip krusial time saving is life and limb saving. Kolaborasi ini sekaligus menjadi instrumen taktis untuk mengakselerasi terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara serta pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinkes Provsu tahun 2026.

Melalui penguatan Gerakan Masyarakat Penolong Pertama (GMPP) yang dideklarasikan sejak 16 Juni 2026, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya keselamatan yang mandiri di tengah masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan masyarakat Sumatera Utara yang sigap, terampil, dan peduli demi menyukseskan visi Sumatera Utara Berkah yang dicanangkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.

(YY)

Baca Juga

Rekomendasi