PLN UP3 Medan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Gempa, Huru-Hara hingga Ancaman Bom

PLN UP3 Medan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Gempa, Huru-Hara hingga Ancaman Bom
PLN UP3 Medan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Gempa, Huru-Hara hingga Ancaman Bom (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan kelistrikan. Untuk itu, PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara UP3 Medan menggelar pelatihan dan simulasi tanggap darurat yang mencakup penanganan gempa bumi, huru-hara, ancaman teror bom, kebakaran hingga pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) belum lama ini.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 September 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya PLN UP3 Medan memenuhi standar Maturity Level Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026. Simulasi berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5 serta Gudang/Ruang Terbuka Sei Batu Gingging UP3 Medan.
Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada PT Adinda Pratiwi Engineering. Dalam pelaksanaannya, perusahaan tersebut menggandeng Lembaga First Aid Sumut (FAI SUMUT), serta melibatkan unsur GEGANA BRIMOBDASU dan Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran (P2K) Kota Medan.
Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga menguji kesiapan personel melalui berbagai simulasi penanganan kondisi darurat. Peserta dibekali kemampuan untuk mengambil tindakan cepat, tepat dan terukur ketika menghadapi situasi yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun operasional perusahaan.
Materi P3K dan evakuasi korban, misalnya, diberikan bersama Lembaga FAI SUMUT. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi sehingga memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi guncangan dan proses evakuasi harus segera dilaksanakan.
Selain itu, Lembaga FAI SUMUT memberikan materi mengenai penerapan Sistem Manajemen Keadaan Darurat (SMKD). Sistem ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya ketika menghadapi keadaan darurat.
Sementara itu, penanganan situasi huru-hara atau riot/civil disturbance control serta ancaman teror dan bom menjadi materi yang diberikan unsur GEGANA BRIMOBDASU. Pelatihan tersebut menekankan pentingnya prosedur keselamatan, koordinasi dan respons yang tepat ketika menghadapi ancaman keamanan.
Materi lainnya adalah pencegahan dan pemadaman kebakaran yang melibatkan Dinas P2K Kota Medan. Peserta diberikan pemahaman dan praktik mengenai langkah menghadapi kebakaran sehingga mampu melakukan tindakan awal sebelum bantuan lebih lanjut tiba.
Kolaborasi lintas lembaga tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi antara perusahaan, tenaga teknis, aparat keamanan dan instansi pemerintah agar setiap potensi keadaan darurat dapat ditangani secara cepat dan terukur.
Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Medan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan. Kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting, bukan hanya untuk melindungi pekerja, tetapi juga memastikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat tetap berjalan ketika terjadi situasi darurat.
Upaya meningkatkan kesiapsiagaan tersebut pada akhirnya diharapkan mampu membangun lingkungan kerja yang lebih aman, responsif dan tangguh. Dengan personel yang memahami prosedur serta mampu bertindak dalam kondisi kritis, potensi risiko dapat ditekan sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan publik.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi