Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes foto bersama pelaksana dan peserta kegiatan Pertemuan Peningkatan Capaian Skrining HIV pada Ibu Hamil di Aula LPMI USM Indonesia (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan --- Dinas Kesehatan Kota Medan menggelar Pertemuan Peningkatan Capaian Skrining HIV pada Ibu Hamil di Bidan Jejaring dan Rumah Sakit Swasta di Kota Medan Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung/Aula LPMI Universitas Sari Mutiara Indonesia, Jalan Bakti Luhur, Medan, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan Plt. Kepala Dinas dibacakan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, Dr. Sereivia Faradillah.
Sereivia menyampaikan bahwa skrining HIV pada ibu hamil merupakan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang capaiannya masih rendah. “Capaian skrining pada ibu hamil memang meningkat sejak 2020 hingga 2024, tetapi masih di bawah 50%,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa masa kehamilan adalah momen krusial bagi masa depan generasi bangsa.Karena itu, penularan infeksi dari ibu ke anak harus dicegah agar Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dapat ditekan. Sereivia juga menyinggung program Triple Elimination dari Kementerian Kesehatan, yakni pemutusan mata rantai penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke bayi.
Kepada seluruh fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Medan menekankan tiga hal yaitu pertama setiap ibu hamil pada kunjungan pertama (K1) wajib mendapatkan skrining dini dan kedua ketersediaan reagen atau alat tes cepat (rapid test) harus terjamin serta ketiga edukasi kepada ibu hamil dan suami harus dilakukan tanpa stigma, karena skrining adalah bentuk perlindungan, bukan aib.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan Airin Rico Waas dalam pidatonya yang dibacakan oleh Enelda Fitri Siregar, Pengurus Pokja 4 TP PKK Kota Medan menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
TP PKK Kota Medan siap mendukung penguatan pesan kesehatan di tingkat keluarga dan masyarakat melalui peran kader, mencakup pentingnya pemeriksaan kehamilan, skrining HIV, pencegahan penularan dari ibu ke anak, serta upaya menghindari stigma dan diskriminasi.
Rektor Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, S.H., M.Kes., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia mengaku merasa dekat dengan profesi Bidan karena dirinya adalah anak seorang Bidan. Rektor juga menyampaikan bahwa USM Indonesia memiliki Program Studi Sarjana (S1) Kebidanan yang dilanjutkan dengan Program Profesi Bidan, dan siap berkolaborasi dalam meningkatkan kompetensi guna mendukung program skrining HIV pada ibu hamil.
“Bidan adalah garda terdepan dalam hal ini, sehingga Mamak-Mamak kita ini penting kita dorong untuk meningkatkan kemampuan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan maksimal. Terima kasih untuk semua Bidan, Kepala Puskesmas dan Rumah Sakit Swasta,” ujar Prof Ivan Purba.
Ketua Yayasan Peduli Anak dengan HIV AIDS (YP ADHA), Dr. Saurma MGP Siahaan, M.I.Kom,IAPR yang menjadi pelaksana Swakelola Tipe3 (ST-3) pada kegiatan ini, memohon dukungan Kepala Puskesmas, Bidan jejaring, serta Rumah Sakit Swasta di Kota Medan agar semakin berperan sehingga tidak adalagi Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) yang lahir di Kota Medan.
Ia juga menyinggung tentang pentingnya memerhatikan ADHA Remaja yang karena ketidaktahuannya dapat saja berpotensi menularkan sehingga perlu diberi edukasi khusus.
“Jumlah ADHA di Kota Medan termasuk yang terbanyak. Kami mendampingi 57 ADHA di Kota Medan dan 160 ADHA di Sumatera Utara. Berbagai tantangan dapat kami rasakan sejak tahun 2014 mendampingi ADHA. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Ibu Ketua TP PKK Kota Medan Ibu Airin Rico Waas, Pemko Medan khususnya Bappeda dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Rektor USM Indonesia serta semua pihak yang telah memberikan dukungan atas harapan kami untuk dapat menghindari pertambahan jumlah kelahiran ADHA di Kota Medan. Kami ingin menggugah kita semua untuk itu, karena kami menyaksikan kepedihan dan kesulitan serta kesakitan yang ADHA rasakan. Karena itu hanya ada satu kata untuk menolong mereka: Ayo peduli ADHA,” pungkas Dr. Saurma Siahaan.
Kegiatan yang diikuti seluruh Kepala Puskesmas dan Bidan Jejaring serta perwakilan Rumah Sakit Swasta di Kota Medan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Medan Kurniawati Pohan, S.Tr.Keb., Bd, dr.Titin Wahyuni dari Puskesmas Padang Bulan, dr.Tambar Kembaren dari RS Elisabeth, Dr. Dra. Saurma MGP Siahaan,M.I.Kom, IAPR dari YP ADHA, L. Marsudi Budi Utomo dari Komisi Penanggulangan AIDS Kota Medan dan Erwin dari Klinik MP-YP ADHA.
Melalui pertemuan ini, diharapkan tenaga kesehatan semakin memahami pentingnya skrining dini, kerjasama Puskesmas dengan bidan jejaring dan rumah sakit swasta yang semakin kuat, dan cakupan skrining HIV pada ibu hamil di Kota Medan terus meningkat, sehingga dapat mencegah lahirnya bayi dengan HIV dari ibunya. (rel)
(NAI/NAI)











