Film Djamin Setia Selamanya Serentak Tayang di Bioskop, Angkat Perjuangan Pahlawan Djamin Ginting

Film Djamin Setia Selamanya Serentak Tayang di Bioskop, Angkat Perjuangan Pahlawan Djamin Ginting
Sutradara Rako Prijanto, Rafo Sudirman dan Marcel Darwin saat diwawancarai penayangan perdana serentak film Djamin Setia Selamanya di Medan. (Analisadaily/irin juwita)

Analisadaily.com, Medan - Kisah perjuangan pahlawan nasional asal Tanah Karo, Djamin Ginting, diangkat ke layar lebar melalui film biopik Djamin Setia Selamanya. Film yang dibintangi aktor dan musisi muda Rafi Sudirman itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

Penayangan perdana di Kota Medan dihadiri Wali Kota Medan, Rico Waas beserta Ny Airin Rico Waas, Mantan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi serta tokoh lainnya, di Cinema XXI Delipark Mall, Kamis (1/10/2026).

Film garapan sutradara Rako Prijanto tersebut tidak hanya menghadirkan kisah perjuangan pada masa mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga mencoba menghubungkan karakter Djamin Ginting dengan kehidupan generasi muda masa kini.

Rako mengatakan, proses penggarapan film tersebut membutuhkan riset panjang sebelum memasuki tahap produksi. Tim produksi melakukan riset dan pengembangan cerita selama hampir tiga tahun, sedangkan proses pengambilan gambar berlangsung selama 42 hari.

"Yang pasti kita melakukan research dulu, hampir tiga tahun, habis itu baru kita persiapkan production-nya. Sebagian besar lokasi syuting tidak dilakukan di Sumatera Utara. Produksi berlangsung di sejumlah daerah di Pulau Jawa, di antaranya Jakarta, Semarang, Pacitan dan Banyuwangi," katanya

Menurut Rako, pemilihan lokasi tersebut dilakukan berdasarkan hasil riset dan pengembangan yang telah dilakukan tim. Pengalaman menggarap film 3 Nafas Likas yang mengangkat kisah Likas Tarigan, istri Djamin Ginting, juga menjadi bekal dalam memahami latar geografis dan demografis Sumatera Utara.

"Jadi sedikit banyak sudah lebih tahu tentang geografis dan demografis Sumatera Utara," katanya.

Konektivitas untuk Generasi Muda

Rako mengatakan, film ini sejak awal dirancang bukan sekadar untuk mengulang kisah sejarah, melainkan menjadikan perjalanan Djamin Ginting sebagai cermin bagi anak muda dalam menghadapi persoalan pada zamannya masing-masing.

"Film ini sebenarnya dibuat sebagai konektivitas terhadap generasi muda sekarang. Anak muda sekarang itu harus punya motivasi, harus punya inovasi dalam pemikiran, dan bisa berpikir serta berstrategi out of the box," ujarnya.

Ia menyebut perjuangan tidak selalu harus dimaknai sebagai pertempuran seperti yang dilakukan para pejuang pada masa kemerdekaan. Anak sekolah, mahasiswa, pekerja hingga generasi sandwich memiliki persoalan dan bentuk perjuangannya masing-masing.

Rako juga sengaja menghindari penggambaran Djamin Ginting sebagai sosok yang terlalu diagungkan. Baginya, Djamin merupakan seorang anak muda dari Desa Suka, Sumatera Utara, yang hidup pada masa perjuangan dan berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman.

"Saya tidak mau mengagungkan atau mendewakan. Menurut saya pribadi, Pak Djamin ini adalah anak dari Suka, Sumatera Utara, yang kebetulan hidup pada periode perjuangan. Tidak jauh beda sebenarnya dengan kita. Tapi karena beliau berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman, dan karena risiko itulah beliau menjadi pahlawan nasional," katanya.

"Dengan begitu, everybody can be Pak Djamin Ginting," sambung Rako.

Film ini menampilkan Rafi Sudirman sebagai Djamin Ginting, Claresta Taufan sebagai Likas Tarigan, Chicco Kurniawan sebagai Kadir Saragih, Jourdy Pranata sebagai Selamat Ginting, serta Marcell Darwin sebagai Jacob Waas.

Rako mengatakan, keputusan memilih Rafi sebagai pemeran Djamin Ginting muncul setelah proses screen test. Ia mengaku langsung melihat karakter Djamin Ginting muda dalam diri Rafi.

"Saya menemukan Rafi itu ketika screen test. Tidak tahu kenapa langsung klik. Saya melihatnya seperti, wah ini Pak Djamin," ungkapnya.

Rafi sendiri menganggap peran tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar karena harus memerankan salah satu tokoh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

"Suatu kehormatan yang besar memerankan sosok pahlawan nasional Indonesia, Pak Djamin Ginting dari Tanah Karo, Sumatera Utara. Ini sebuah amanah dan sekaligus tanggung jawab yang sungguh besar," kata Rafi.

Untuk mendalami karakter, Rafi juga harus mempelajari bahasa Karo. Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan dari pihak yang memahami budaya dan bahasa Karo.

"Kalau karakter Pak Djamin Ginting memang kita harus belajar bahasa Karo," ujarnya.

Sementara itu, Marcell Darwin yang memerankan Jacob Waas menyebut film tersebut menjadi pengalaman berbeda dalam perjalanan kariernya. Djamin Setia Selamanya merupakan film biopik pertamanya sekaligus kesempatan untuk memerankan tokoh pahlawan dalam latar periode perjuangan.

"Ini film biopik pertama saya selama karier saya. Salah satu mimpi saya sebagai seorang aktor bisa memerankan peran pahlawan dan sekali seumur hidup bisa acting perang, acting tembak-tembakan dan film periodik seperti ini," ujar Marcell.

Persiapan fisik juga menjadi bagian dari tantangan pemeran. Marcell mengatakan, dirinya harus menurunkan berat badan dan membuat warna kulit lebih gelap agar sesuai dengan kondisi karakter serta latar waktu film yang mengambil periode 1943-1947.

Bagi Rako, pesan utama film tersebut terangkum dalam kata "setia". Kesetiaan itu tidak hanya ditujukan kepada negara, tetapi juga terhadap cita-cita, pasangan dan Tuhan.

"Perjuangan itu akan terus ada. Bagaimana kita mau memaknainya. Tapi yang lebih penting adalah dari tagline film ini, setia selamanya. Setia terhadap negara, setia terhadap cita-cita kita, setia terhadap pasangan, dan setia terhadap Tuhan," tuturnya.

Ubah Pandangan Film Perjuangan

Rako berharap film tersebut dapat mengubah pandangan bahwa film perjuangan selalu identik dengan tontonan yang berat dan membosankan.

"Menurut saya ini film sangat menghibur, ringan dan bisa menjadi inspirasi buat kita semua. Perjuangan sekarang sudah berubah. Semua punya problematika masing-masing sesuai dengan budaya, zaman, sosial dan segala macamnya," katanya.

Film Djamin Setia Selamanya diproduksi Erjege Pictures, disutradarai Rako Prijanto, serta ditulis Titien Wattimena dan Lynda Ulviana. Film tersebut mengisahkan perjalanan Djamin Ginting sejak masa muda hingga keterlibatannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk kiprahnya di Medan Area, Tanah Karo, Langkat hingga Aceh.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan apresiasi atas pembuatan film Djamin Setia Selamanya.

"Film ini memberikan pemahaman kepada kita lebih baik lagi tentang bagaimana pahlawan yang ada di negara kita, terutama di Sumatera Utara. Djamin Ginting memiliki hubungan dengan Kota Medan karena namanya dipakai sebagai salah satu nama jalan yang terbentang hingga Kabupaten Karo," ujar Rico yang turut hadir dalam kegiatan nonton bareng tersebut.

Riahna Djamin Ginting, putri almarhum Djamin Ginting yang juga bertindak sebagai
Executive Producer, film ini merupakan bentuk penghormatan kepada sosok ayah sekaligus
hadiah bagi generasi Indonesia.

"Bagi saya, Djamin Setia Selamanya bukan sekadar sebuah film, melainkan penghormatan untuk ayah saya yang telah mengabdikan hidupnya bagi Indonesia. Saya berharap generasi Z dan Milenial dapat melihat bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari keberanian anak muda yang peduli, berani bersuara, dan berani mengambil tindakan. Semoga kisah Djamin Ginting mampu menginspirasi lahirnya semangat yang sama di generasi hari ini," ujar Riahna Djamin Ginting.

Rako mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Sumatera Utara, menyaksikan film tersebut sebagai salah satu cara mengenal kembali sosok Djamin Ginting melalui medium yang lebih dekat dengan generasi sekarang. "Dan nontonlah film nasional yang berkualitas," katanya.

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi