Dukung Asta Cita Presiden, Ahmad Riyansyah Gagaskan Zakat Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Dukung Asta Cita Presiden, Ahmad Riyansyah Gagaskan Zakat Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan
()

Analisadaily.com, Medan - Dunia akademis dan ekonomi Islam Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional. Ahmad Riyansyah Parinduri secara resmi dianugerahi gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Ekonomi dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, dalam prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di Kampus Utama UniSZA, Gong Badak, Kuala Terengganu, Minggu (11/10).

Gelar tertinggi tersebut diraih Dr. Ahmad Riyansyah usai berhasil mempertahankan riset doktoralnya yang menyoroti peran strategis zakat dalam melahirkan serta memberdayakan wirausahawan baru (entrepreneur).

Keahlian dan dedikasi Dr. Ahmad Riyansyah di dunia pendidikan dibangun di atas fondasi akademik yang kokoh di tanah air. Beliau merupakan alumni jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.

Mengawali karier sebagai dosen tak lama setelah lulus magister, rekam jejak pengabdiannya kini berlanjut sebagai akademisi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal. Pengalaman panjang dari ruang kuliah hingga panggung internasional ini semakin memantapkan kapasitasnya dalam merumuskan pemikiran bernas bagi pembangunan bangsa.

Usai prosesi wisuda, Dr. Ahmad Riyansyah menegaskan bahwa potensi zakat di Indonesia harus bertransformasi dari sekadar bantuan sosial karitatif menjadi instrumen ekonomi produktif yang sistematis.

"Zakat memiliki kekuatan finansial inklusif yang sangat besar. Jika dikelola secara berbasis data dan terintegrasi dengan pelatihan kewirausahaan, dana zakat sanggup mengentaskan kemiskinan sekaligus mencetak ribuan UMKM tangguh dan pengusaha baru dari kalangan mustahik," tegas Dr. Ahmad Riyansyah.

Riset ini dinilai sangat relevan dan mendesak untuk disinergikan ke dalam Agenda Asta Cita Presiden, khususnya pada tiga pilar utama:

Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan: Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kelas bawah melalui penyaluran modal usaha berbasis zakat produktif.

Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Memutus rantai kemiskinan secara permanen dengan memandirikan mustahik (penerima zakat) hingga bertransformasi menjadi muzakki (pembayar zakat).

Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045: Membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat dan tangguh dari tingkat akar rumput.

Bagi Dr. Ahmad Riyansyah, gelar doktoral ini merupakan awal dari pengabdian yang lebih luas. Keberhasilannya memadukan teori ekonomi Islam modern dengan formulasi kebijakan praksis menempatkannya sebagai salah satu pakar strategis yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

Guna mewujudkan visi besar tersebut, beliau menyatakan kesiapannya untuk menyumbangkan pemikiran, kepemimpinan, dan eksekusi program di tingkat kementerian maupun kelembagaan negara. Kepakarannya diharapkan dapat dilibatkan secara langsung oleh pemerintah dalam jajaran pembuat kebijakan guna mengakselerasi target pembangunan nasional.

"Ilmu tertinggi yang diraih ini sepenuhnya ditujukan untuk kebermanfaatan masyarakat luas. Kami siap mendedikasikan seluruh kepakaran, pengalaman, dan tenaga untuk mendukung Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia dalam mengawal eksekusi Asta Cita demi mengantarkan bangsa ini mencapai puncak Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi