Dosen Polmed Dampingi UMKM Aneka Keripik di Deli Serdang. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Deli Serdang – Tim dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Aneka Keripik di Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, untuk meningkatkan daya saing usaha melalui penguatan identitas produk, pengelolaan biaya produksi, dan pemasaran digital.
Pendampingan tersebut dilaksanakan melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertema “Akselerasi Daya Saing Melalui Penguatan Identitas Visual Produk dan Akun Bisnis Profesional UMKM Aneka Keripik”, Sabtu (10/10/2026).
Ketua tim PkM, Khanti Listya, S.Pd., M. Si, menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari sejumlah kendala yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari perhitungan biaya produksi hingga pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk. Pendampingan diharapkan membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih terukur sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah belum adanya perhitungan harga pokok penjualan (HPP) secara menyeluruh. Selama ini, mitra usaha, Rina Susanti Purba, menetapkan biaya produksi terutama berdasarkan harga bahan baku, tanpa memperhitungkan seluruh komponen biaya lainnya, seperti tenaga kerja dan biaya overhead.
Kondisi tersebut berisiko membuat harga jual tidak mencerminkan keseluruhan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Akibatnya, pelaku usaha dapat mengalami kesulitan dalam menentukan harga jual yang tepat dan mengetahui keuntungan usaha secara lebih akurat.
Untuk mengatasi persoalan itu, tim dosen memberikan materi dan pendampingan mengenai perhitungan HPP. Melalui kegiatan ini, mitra diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai komponen biaya produksi sebagai dasar dalam menetapkan harga jual dan mengevaluasi hasil usahanya.
"Selama ini, mitra menghitung harga pokok penjualan hanya berdasarkan harga bahan baku tanpa memperhitungkan biaya tenaga kerja, biaya overhead dan biaya tenaga kerja tidak langsungnya. Maka, harga jual yang ditetapkan mitra tidak mencakup seluruh unsur biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Melalui PKM ini kami memberikan kontribusi dan solusi bagi mitra yaitu pendampingan perhitungan harga pokok penjualan," ujar Khanti.
Selain aspek pengelolaan keuangan, tim Polmed turut mendampingi pembuatan identitas visual produk, termasuk merek dan logo. Proses pembuatan logo dilakukan menggunakan aplikasi Canva agar mitra dapat mengenali dan memanfaatkan perangkat digital sederhana untuk membangun identitas produk.
Pendampingan juga mencakup pembuatan akun bisnis media sosial sebagai sarana promosi. Dengan identitas visual yang lebih terarah dan akun bisnis yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk, UMKM Aneka Keripik diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan pemasaran yang selama ini dilayani.
Tidak hanya menyasar pengelolaan usaha dan pemasaran, program tersebut juga memberikan dukungan berupa peralatan produksi. Tim PkM menyerahkan alat pengiris singkong dan pisang yang aman, kompor, kuali, serta *spinner* atau alat peniris minyak untuk membantu meningkatkan efisiensi proses pembuatan keripik.
Dukungan peralatan ini diharapkan dapat menunjang kelancaran produksi sehingga mitra memiliki kapasitas yang lebih baik dalam memenuhi permintaan pasar. Penguatan dari sisi produksi, pengelolaan biaya, dan pemasaran menjadi bagian yang saling berkaitan dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM.
Khanti mengatakan, kegiatan tersebut juga melibatkan dosen Polmed yang terdiri atas dirinya sebagai ketua tim, Bersama Fatma Dwi Jati, S.E.,M.Acc, Ak, Novi Handayani Simbolon, S.E.,M.Si, Sondang Beatrix Siahaan, M.M. Sejumlah mahasiswa yakni Amanda Salsabila, Zihan Sabila Harahap, Rahma Ariani, Muhammad Nino, dan Fahri Sinurat, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Mitra UMKM Aneka Keripik berpartisipasi sebagai peserta dalam pemberian materi dan praktik perhitungan HPP, pendampingan pembuatan identitas visual produk, serta pembuatan akun bisnis media sosial. Mitra juga menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan di Jalan Bandar Labuhan Bawah, Gang Saudara, Desa Tanjung Morawa A.
Melalui program ini, tim berharap kemampuan pengelolaan dan produktivitas UMKM dapat meningkat, disertai pemasaran yang semakin luas. Pengembangan usaha tersebut juga diharapkan membuka peluang penyerapan tenaga kerja di lingkungan sekitar dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.
(REL/WITA)