Dosen Unimed Optimalkan Teknologi Alat Penggiling Kedelai untuk Tingkatkan Produksi Tahu di Kota Binjai

Dosen Unimed Optimalkan Teknologi Alat Penggiling Kedelai untuk Tingkatkan Produksi Tahu di Kota Binjai
Dosen Unimed Optimalkan Teknologi Alat Penggiling Kedelai untuk Tingkatkan Produksi Tahu di Kota Binjai (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Binjai - Tim dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program bertajuk “Optimalisasi Teknologi Tepat Guna Alat Penggiling Kedelai untuk Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Produksi Tahu di Kota Binjai”, Kamis (2/7).

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pelaku usaha tahu meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, serta daya saing usaha melalui penerapan teknologi tepat guna.

Tim pelaksana kegiatan diketuai Mara Untung Ritonga, S.S., M.Hum., Ph.D., dengan anggota Dr. Elly Prihasti Wuriyani, S.S., M.Pd., Purwandari Nur Tristianingsih, M.Pd., dan Ika Nazira, S.E., M.AP. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra pelaku usaha tahu di Kota Binjai yang selama ini masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses pengolahan kedelai, terutama pada tahap penggilingan bahan baku.

Dalam proses produksi tahu, penggilingan kedelai merupakan salah satu tahapan penting yang menentukan tekstur, tingkat kehalusan, rendemen sari kedelai, dan kualitas tahu yang dihasilkan. Penggunaan alat penggiling yang kurang optimal dapat menyebabkan proses produksi berlangsung lebih lama, membutuhkan tenaga kerja lebih besar, serta menghasilkan gilingan kedelai yang kurang merata.

Ketua tim pelaksana, Mara Untung Ritonga, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini tidak hanya berfokus pada penyerahan alat, tetapi juga mencakup pendampingan penggunaan, perawatan, dan optimalisasi teknologi sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Penerapan teknologi tepat guna harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan mitra. Alat yang digunakan bukan hanya harus mempercepat proses produksi, tetapi juga mudah dioperasikan, aman, hemat energi, dan dapat dirawat secara mandiri oleh pelaku usaha,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi identifikasi permasalahan produksi, pengenalan teknologi alat penggiling kedelai, demonstrasi pengoperasian alat, praktik penggunaan secara langsung, serta pendampingan dalam pemeliharaan dan perawatan mesin. Tim juga memberikan edukasi mengenai kebersihan alat, keamanan kerja, pengendalian kualitas bahan baku, dan manajemen proses produksi.

Melalui optimalisasi alat penggiling kedelai, mitra diharapkan mampu menghasilkan gilingan yang lebih halus dan merata. Kondisi tersebut dapat meningkatkan jumlah sari kedelai yang diperoleh, menjaga konsistensi tekstur tahu, mempercepat waktu produksi, serta mengurangi beban kerja secara manual.

Selain peningkatan kapasitas produksi, kegiatan ini turut menekankan pentingnya penerapan prinsip produksi yang higienis. Seluruh bagian alat yang bersentuhan dengan bahan pangan perlu dibersihkan secara berkala agar kualitas dan keamanan tahu tetap terjaga. Mitra juga didorong untuk menyusun jadwal perawatan mesin guna mencegah kerusakan dan menjaga keberlanjutan penggunaannya.

Pelaku usaha menyambut baik kegiatan tersebut karena alat dan pendampingan yang diberikan dinilai sesuai dengan kebutuhan produksi. Teknologi penggiling kedelai diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengolahan bahan baku, meningkatkan jumlah produksi harian, dan menjaga kualitas tahu agar lebih seragam.

Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan usaha mikro berbasis potensi lokal. Melalui penerapan hasil pengetahuan dan teknologi, perguruan tinggi dapat memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi pelaku usaha.

Tim pelaksana berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi mitra, baik dalam peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, kualitas produk, maupun pendapatan usaha. Ke depan, pendampingan direncanakan terus dilakukan melalui pemantauan penggunaan alat, evaluasi kapasitas produksi, dan penguatan manajemen usaha.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, Unimed menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata. Optimalisasi teknologi tepat guna diharapkan dapat mendukung perkembangan industri tahu di Kota Binjai sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat di sekitarnya.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi