Deli Serdang, 20 Agustus 2026 — Tim dosen dari Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam membuat jajanan sehat berupa permen berbahan dasar sayur dan buah sebagai alternatif camilan bagi anak-anak.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026) ini merupakan rangkaian lanjutan dari tahap pertama program yang telah dimulai sejak Juli 2026, berupa forum group discussion (FGD) bersama Kepala Desa Sidodadi Ramunia. Pada tahap kedua ini, peserta diberikan edukasi mengenai keamanan pangan melalui simulasi role playing, sebelum dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik langsung pembuatan permen dari bahan sayur dan buah.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sidodadi Ramunia Ny.Suyati, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Dalam sambutannya, Kepala menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dosen dan berharap program ini dapat memberi manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi anak melalui jajanan yang sehat dan aman dikonsumsi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Aparatur Des ibu Siti Aminah dan perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed.

Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Amalia Akita, SKM., M.Kes.dari Unimed, beranggotakan Dahrul Siregar dari Universitas Medan Area (UMA), dan Herkules dari Unimed. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Tahun 2026.
Dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu PKK tidak hanya diberikan materi seputar prinsip keamanan pangan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung tahapan pembuatan permen sayur dan buah, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan produk. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan dan aktif bertanya kepada tim pendamping.

Ketua tim, Amalia Akita, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar ilmu yang diberikan benar-benar dapat diterapkan oleh ibu-ibu di rumah masing-masing. "Kami ingin ibu-ibu PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil mempraktikkan pembuatan jajanan sehat ini secara mandiri, sehingga anak-anak mereka bisa mengonsumsi camilan yang lebih aman dan bergizi," ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan mengaku senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ibu-ibu PKK menilai pelatihan yang diberikan sangat praktis dan mudah diterapkan di rumah masing-masing.









