Pastikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat, BAKN DPR RI Soroti Integrasi JTTS dengan Sentra Industri dan Logistik (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Pekanbaru – Komitmen terhadap percepatan infrastruktur dan pemerataan ekonomi di Pulau Sumatra kembali ditegaskan melalui langkah strategis lintas sektor.
PT Hutama Karya (Persero) baru-baru ini menerima kunjungan kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BAKN DPR RI) di Pekanbaru.
Pertemuan penting yang digelar pada Jumat (2/10) tersebut secara khusus membedah penelaahan tata kelola serta efektivitas pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) agar selaras dengan Asta Cita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara, Danantara Asset Management, hingga jajaran direksi dari PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Kehadiran para pemangku kepentingan utama ini mencerminkan keseriusan kolektif dalam memastikan penugasan strategis pemerintah berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Dalam pemaparannya di hadapan delegasi BAKN DPR RI, pihak Hutama Karya membeberkan pencapaian signifikan pembangunan JTTS. Hingga Agustus 2026, proyek mahakarya infrastruktur ini telah mencatatkan progres pembangunan fisik mencapai sekitar 1.160 kilometer jalan tol terbangun, dengan kurang lebih 982 kilometer di antaranya telah beroperasi secara penuh melayani masyarakat. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pendanaan, kebutuhan mobilitas, serta distribusi logistik yang merata di seluruh koridor Sumatra.
Guna menjaga kualitas dan akuntabilitas jangka panjang, Hutama Karya terus memperkuat tata kelola proyek melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, penyusunan kajian risiko yang komprehensif, serta peningkatan pengendalian pelaksanaan pekerjaan. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan setiap investasi infrastruktur selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan kesiapan pendanaan yang berkelanjutan. Selain itu, persiapan pengembangan koridor lanjutan seperti ruas Jambi–Rengat dan Pekanbaru–Padang juga terus dimatangkan melalui skema pengusahaan dan alternatif pendanaan inovatif, termasuk pemanfaatan nilai aset beroperasi atau asset recycling serta Pembayaran Berkala Berbasis Layanan.
Komitmen mendalam terhadap masyarakat turut ditekankan oleh Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, yang menyatakan bahwa pembangunan jalan tol ini dirancang tidak hanya sekadar menghubungkan antarwilayah, melainkan juga mendekatkan berbagai manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari warga.
“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman. Manfaat inilah yang ingin terus kami hadirkan melalui dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Iwan.
Sementara itu, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo menegaskan bahwa efektivitas pembangunan infrastruktur berskala besar harus diukur secara objektif berdasarkan kualitas layanan dan dampak ekonominya.
“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.
Senada dengan hal tersebut, Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menyoroti pentingnya integrasi infrastruktur jalan tol dengan sentra-sentra ekonomi di daerah guna memaksimalkan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Herman.
Melalui kunjungan kerja ini, sinergi yang terbangun antara legislator, kementerian, dan badan usaha diharapkan mampu memperkokoh fondasi tata kelola JTTS. Dengan perencanaan yang matang, inovasi pendanaan, serta orientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat, Hutama Karya siap terus menggerakkan roda perekonomian dan memperkuat daya saing wilayah di seluruh Pulau Sumatra.
(REL/RZD)