HK Paparkan Rencana Trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Padang Pariaman Tekankan Manfaat bagi Masyarakat 

HK Paparkan Rencana Trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Padang Pariaman Tekankan Manfaat bagi Masyarakat 
HK Paparkan Rencana Trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Padang Pariaman Tekankan Manfaat bagi Masyarakat  (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Padang Pariaman – Rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin mulai diperkenalkan kepada masyarakat Kabupaten Padang Pariaman melalui kegiatan prasosialisasi dan dialog yang dilaksanakan sebelum tahapan formal pengadaan tanah. Dalam kegiatan tersebut, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menyampaikan gambaran awal rencana trase dan aspek teknis pembangunan kepada para pemangku kepentingan, termasuk wali nagari, niniak mamak, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari koordinasi awal untuk memberikan pemahaman mengenai rencana pembangunan, khususnya gambaran trase dan aspek teknis yang masih dalam tahap perencanaan. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro dalam Prasosialisasi dan Dialog Rencana Pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin di Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin (26/10). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, serta perangkat daerah setempat.

Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menjelaskan, ruas Bukittinggi–Sicincin direncanakan melanjutkan Jalan Tol Padang–Sicincin yang telah beroperasi. Ruas ini juga menjadi bagian dari koridor Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Padang dengan Pekanbaru. Pembangunan JTTS merupakan penugasan pemerintah kepada Hutama Karya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 beserta perubahannya, dan ruas ini saat ini masih berada pada tahap perencanaan.

Lebih lanjut, prasosialisasi merupakan jembatan menuju tahap persiapan pengadaan tanah, yang rangkaiannya meliputi pemberitahuan rencana pembangunan, pendataan awal lokasi, dan konsultasi publik sesuai ketentuan yang berlaku sampai dengan penerbitan Penetapan Lokasi (Penlok) oleh Gubernur Sumatra Barat. Rincian bidang tanah juga akan didalami bersama pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan Kementerian ATR/BPN sebelum disampaikan kepada masyarakat secara bertahap.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pemangku kepentingan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai rencana pembangunan, sementara tahapan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan kewenangan instansi terkait,” jelas Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro.

Rencana pembangunan ini sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya misi ketiga tentang penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan kelanjutan pembangunan infrastruktur. Upaya menghimpun aspirasi dari tingkat nagari juga selaras dengan misi keenam, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi.

Kebutuhan akan jalur yang lebih andal menjadi salah satu latar belakang rencana ini. Selama ini, konektivitas Padang–Bukittinggi bertumpu pada beberapa jalur, antara lain Lembah Anai, Sitinjau Lauik, dan Malalak, yang medannya menantang dan sebagian pernah terganggu saat bencana. Ruas Bukittinggi–Sicincin direncanakan menembus kawasan Bukit Barisan melalui terowongan, sehingga keselamatan menjadi perhatian utama, baik selama konstruksi maupun saat jalan tol beroperasi.

Untuk mendukung kajian teknis terowongan, Hutama Karya menggandeng kalangan akademisi di Sumatera Barat, termasuk Universitas Andalas dan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB). Perusahaan juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan instansi lingkungan hidup karena trase berpotensi bersinggungan dengan kawasan hutan dan kawasan wisata.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan bahwa forum ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan menyampaikan pandangan mengenai rencana pembangunan. Ia menegaskan, forum tersebut digelar untuk menyelesaikan persoalan secara bersama. Bupati juga berharap pembangunan jalan tol tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik. Pembangunan ini diharapkan turut menggerakkan perekonomian Padang Pariaman melalui peluang usaha lokal, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan UMKM.

“Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima informasi, tetapi juga diberikan ruang yang memadai untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, keberatan, dan harapan,” tegas Bupati.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai Sumatera Barat membutuhkan jalur alternatif yang lebih andal sebagai solusi jangka panjang atas persoalan konektivitas. Menurutnya, pembangunan jalan tol akan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, misalnya pemasok material konstruksi, sekaligus berpotensi menyerap tenaga kerja setempat. Andre juga menekankan agar proses ganti kerugian berjalan transparan, adil, dan sesuai ketentuan, dengan memperhatikan hak masyarakat terdampak. Ia mengajak niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme yang tepat.

Melalui kegiatan prasosialisasi ini, Hutama Karya berupaya memastikan rencana pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku melalui koordinasi berbagai pihak terkait. Secara bertahap, rangkaian prasosialisasi serupa akan berlanjut di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang pada Rabu (28/10). Dengan pengalaman mengoperasikan 847 km ruas JTTS bersama anak usahanya, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian Sumatera Barat.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi