Dari RAS ke Auto Feeder: Inovasi Berkelanjutan Unimed Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Nila

Dari RAS ke Auto Feeder: Inovasi Berkelanjutan Unimed Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Nila
Dari RAS ke Auto Feeder: Inovasi Berkelanjutan Unimed Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Nila (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Deli Serdang – Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan teknologi budidaya ikan nila secara berkelanjutan.

Setelah pada 2025 memperkenalkan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) berbasis elektrokoagulasi untuk optimalisasi kualitas air, pada 2026 ini tim pengabdian masyarakat (PKM) Unimed meluncurkan terobosan baru berupa sistem kendali pakan otomatis berbasis Real Time Clock (RTC) bagi Kelompok Pembudidaya Ikan Nila "Sejahtera" di Dusun X, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, kemarin.

Program diketuai Muhammad Isnaini, beranggota Mega Silfia Dewy dan Ali Akbar Lubis, merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya. Jika tahun lalu fokus pada peningkatan kualitas air, tahun ini pengembangan diarahkan pada aspek manajemen pemberian pakan guna mendorong efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha budidaya.

Isnaini mengungkapkan, pemberian pakan secara manual masih menjadi kendala utama bagi para pembudidaya. Ketidaktepatan waktu sering kali menyebabkan pemborosan pakan sekaligus menghambat pertumbuhan ikan.

"Kami ingin teknologi yang kami hadirkan memberi dampak nyata. Karena itu, program tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya. Setelah kualitas air meningkat lewat RAS, kini kami lengkapi dengan sistem pakan otomatis agar proses budidaya berjalan lebih optimal," ujar Isnaini.

Kegiatan yang berlangsung sejak Maret hingga Juli 2026 ini meliputi sosialisasi, pelatihan, perakitan dan instalasi alat, pendampingan operasional, hingga evaluasi penerapan teknologi. Pendampingan tidak berhenti pasca-pemasangan alat, tetapi terus dilakukan secara berkala guna memantau perkembangan, menilai dampak terhadap efisiensi, serta memastikan mitra mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri.

Ketua Kelompok "Sejahtera", Azhar, menyampaikan apresiasi atas pendampingan berkelanjutan dari tim PKM Unimed. Menurutnya, program ini memberi manfaat konkret bagi kelompoknya.

"Kami sangat merasakan manfaatnya. Tahun lalu dibantu soal kualitas air, tahun ini pemberian pakan jadi lebih teratur dengan sistem otomatis. Pekerjaan lebih ringan, pakan lebih hemat, dan kami juga belajar mengoperasikan teknologi sendiri," ujar Azhar.

Melalui program ini, Unimed tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi tepat guna, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha budidaya secara mandiri. Model pendampingan bertahap dan berkelanjutan ini diharapkan menjadi contoh pengembangan akuakultur berbasis teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, tim PKM akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan budidaya mitra sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program serta mengembangkan inovasi yang semakin sesuai kebutuhan masyarakat.

Ke depan, tim PKM akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan budidaya ikan nila di kelompok mitra sebagai bagian dari upaya memastikan keberlanjutan program dan mengembangkan inovasi teknologi yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi