Optimalkan Kreativitas Penjahit dengan Mesin Portable, Tim PKM Unimed Dampingi Mitra Usaha

Optimalkan Kreativitas Penjahit dengan Mesin Portable, Tim PKM Unimed Dampingi Mitra Usaha
Ketua Tim PKM Unimed Erni, MPdT dan tim bersama mitra dalam PKM optimalisasi penggunaan mesin jahit portable bagi penjahit skala rumahan di Medan. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Tim dosen tergabung dalam Program Kemitraan Masyarakat Universitas Negeri Medan (PKM Unimed) dampingi masyarakat dengan usaha sebagai penjahit rumahan untuk optimalisasi penggunaan mesin jahit portable, berbagai pembekalan diberikan bertujuan meningkatkan kualitas produk dan pendapatan mitra program ini.

Demikian jelas Ketua Tim PKM Unimed, Erni, SPd, MPdT di Medan, Rabu (16/9) terkait PKM dimaksud, bermitrakan Yulaila Rambe dan tim yang menjalankan bisnis/usaha menjahit rumahan (home industry) di Kota Medan.

Erni menjelaskan, PKM kali ini mengembangkan strategi bisnis fashion yang menggabungkan beberapa konsep menjadi satu kesatuan yang saling menguntungkan antara penyedia jasa busana dan pengguna busana.

Ia menjelaskan, usaha menjahit skala rumahan dapat bertransformasi menjadi model bisnis di mana penjahit rumahan tidak lagi menunggu pesanan menjahit dari individu namun beralih menjadi produsen yang menciptakan koleksi busana ready to wear atau siap untuk dipakai dan bisa dipasarkan.

"Usaha menjahit rumahan memiliki potensi untuk mengembangkan dan memproduksi busana ready to wear. Trend busana ready to wear dengan detail hiasan menggunakan setikan hias pada mesin portable dapat diwujudkan melalui optimalisasi penggunaan mesin jahit portable," urainya.

Ia menjelaksan, kualitas produk usaha rumahan ini tentu saja bisa bersaing dengan strategi yang diberikan.

Di antaranya mengoptimalkan pola hias pada mesin jahit portable dapat dirangkai dengan menggabungkan dua atau lebih model pola hias sehingga menghasilkan hiasan yang menarik pada busana.

Perancangan busana dengan hiasan bordir yang menggunakan mesin jahit portable dapat diterapkan pada busana ready to wear baik untuk busana laki-laki maupun perempuan dalam keseharian.

Dengan adanya produk busana ready to wear dan penerapan detail hiasan bordir dengan mesin portable, jelasnya, dapat memberikan dampak positif kepada mitra untuk merambah usaha busana siap pakai/ready to wear.

Hal ini dikarenakan pasar industri fashion yang semakin kompetitif, mengingat kebutuhan akan style fashion yang semakin meningkat terutama pada kalangan remaja.

Karena busana ready to wear selain menawarkan variasi gaya yang menarik juga menawarkan harga yang kompetitif di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.

Erni memaparkan, kegiatan PKM ini telah mampu membantu mitra dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitasnya dalam menjalankan usaha. Ke depan tentunya diharap juga meningkatkan serapan pasar dan pendapatan usaha rumahan ini.

Dalam PKM ini, Erni beranggotakan akademisi Unimed yaitu Dra Armaini Rambe, MSi, Dra Juliarti, MSi dan Hima Harmen, SE, MBA, Yudhistira Anggraini serta lima orang mahasiswa dan Tim Pendamping dari LPPM Unimed ibu Syahputra Manik, SSi, MPd.

Mitra dalam hal ini Yulaila Rambe menuturkan rasa terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.

Menurutnya, kegiatan PKM sangat membantu dalam peningkatan kualitas produksi usahanya, mulai dari peningkatan kualitas peralatan menjahit, peningkatan keterampilan menjahit dan pembukuan usaha yang dijalankannya.

Diketahui, pelaksanaan kegiatan PKM ini sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan mitra dalam wujud Tri Dhama perguruan tinggi bagi dosen yang mentrasfer ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi kepada masyarakat dalam skema program kemitraan masyarakat yang disediakan Unimed.

(AMAD/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi