Tim PKM Unimed Dorong Digitalisasi dan Pengelolaan Keuangan UMKM Tahu di Kota Binjai (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Binjai - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan pendampingan kepada UMKM Tahu Yuli di Kelurahan Suka Maju, Kota Binjai, kemarin. Kegiatan ini berfokus pada digitalisasi pengelolaan bisnis, pelatihan kewirausahaan, dan penerapan akuntansi sederhana untuk meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan usaha.
Program ini diketuai Dr. Sri Rezeki, S.E., M.Si., dengan anggota; Andri Zainal, S.E., M.Si., Ak., Ph.D. dan Tapi Rumondang Sari Siregar, S.E., M.Acc. Tim PKM memiliki kompetensi dalam bidang kewirausahaan, akuntansi manajemen, pengendalian biaya, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), dan pembukuan sederhana.
Kegiatan diikuti Yuliana selaku pemilik UMKM Tahu Yuli bersama seluruh pekerja yang terlibat dalam proses produksi dan pengelolaan usaha. Sebanyak lima mahasiswa dari program studi manajemen, Fakultas Ekonomi Unimed, juga dilibatkan untuk membantu pendampingan, pengumpulan data, praktik pencatatan usaha, dan dokumentasi kegiatan.
Pelaksanaan PKM turut didampingi Savitri Rahmadany, S.Pd., M.Li. dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unmed. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan program dan kebutuhan mitra.
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap kondisi usaha mitra. Pemetaan mencakup proses produksi, penggunaan bahan baku, biaya operasional, jumlah produksi, harga jual, pola pencatatan keuangan, dan sistem pemasaran yang telah diterapkan. Data tersebut digunakan sebagai dasar dalam menyusun materi pelatihan dan menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan karakteristik UMKM.
Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian adalah pencatatan keuangan usaha yang belum dilakukan secara terstruktur. Sebagian transaksi pemasukan dan pengeluaran masih dicatat secara manual atau berdasarkan ingatan.
Keuangan usaha juga belum sepenuhnya dipisahkan dari keuangan rumah tangga sehingga pemilik usaha mengalami kesulitan dalam mengetahui keuntungan yang sebenarnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim memberikan pelatihan akuntansi sederhana yang mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelompokan biaya produksi, penyusunan laporan laba rugi dan arus kas sederhana, serta pemisahan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi.
Materi disampaikan secara aplikatif menggunakan contoh transaksi yang berasal dari aktivitas produksi Tahu Yuli. Mitra juga memperoleh pendampingan dalam menghitung HPP. Perhitungan dilakukan dengan mengidentifikasi biaya bahan baku kedelai, tenaga kerja, air, listrik atau bahan bakar, transportasi, dan biaya operasional lainnya. Melalui perhitungan tersebut, mitra dapat menentukan harga jual secara lebih rasional dan tidak hanya mengikuti harga pasar.
Selain aspek keuangan, tim PKM memberikan penguatan kewirausahaan kepada pemilik dan pekerja UMKM. Materi yang diberikan meliputi perencanaan usaha sederhana, pengendalian biaya, pengelolaan operasional, identifikasi peluang dan risiko usaha, serta pengambilan keputusan berdasarkan data produksi dan keuangan.
Digitalisasi pengelolaan usaha menjadi bagian utama dalam kegiatan ini. Mitra diperkenalkan pada penggunaan buku kerja digital atau spreadsheet sederhana untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, jumlah bahan baku, hasil produksi, dan penjualan harian. Format pencatatan dibuat sederhana agar mudah digunakan melalui telepon pintar maupun komputer yang tersedia.
Penggunaan sistem digital diharapkan dapat membantu mitra menyimpan data usaha secara lebih rapi dan berkelanjutan. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mengevaluasi perubahan biaya, mengetahui kecenderungan penjualan, menghitung keuntungan, dan menyusun perencanaan produksi.
Pada aspek pemasaran, tim memperkenalkan penggunaan aplikasi pesan instan, katalog digital, dan media sosial sebagai sarana promosi serta komunikasi dengan pelanggan. Mitra didampingi dalam menyiapkan informasi produk, foto, harga, dan kontak pemesanan yang dapat dibagikan kepada konsumen secara lebih luas.
Selama kegiatan, pemilik dan pekerja UMKM mengikuti diskusi, simulasi, serta praktik pencatatan secara aktif. Para peserta juga menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi, khususnya berkaitan dengan perubahan harga bahan baku, pengelolaan biaya, penentuan harga jual, dan keterbatasan pemasaran.
Melalui program ini, UMKM Tahu Yuli diharapkan mampu menerapkan sistem pencatatan keuangan dan produksi secara rutin, menghitung HPP secara mandiri, memisahkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas pemasaran.
Kegiatan PKM tersebut menunjukkan komitmen Unimed dalam mendukung penguatan UMKM melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sederhana, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, LPPM, pemilik usaha, dan seluruh pekerja diharapkan dapat mendorong terciptanya pengelolaan UMKM yang lebih tertata, efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
(RZD)