Dosen ST Bhinneka Berdayakan Kader Posyandu Siaga Banjir dalam Deteksi Dini Risiko Kehamilan

Dosen ST Bhinneka Berdayakan Kader Posyandu Siaga Banjir dalam Deteksi Dini Risiko Kehamilan
Dosen ST Bhinneka saat Memberdayakan Kader Posyandu Siaga Banjir dalam Deteksi Dini Risiko Kehamilan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Universitas Satya Terra Bhinneka (ST Bhinneka) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) Tahun 2026 memberdayakan kader Posyandu Kelurahan Rengas Pulau sebagai Posyandu Siaga Banjir. Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) ini berfokus pada deteksi dini risiko kehamilan dan edukasi gizi ibu hamil di wilayah pascabanjir.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen ST Bhinneka, Wiwiek Elsada Nainggolan, S.Tr.Keb., M.Tr.Keb., Dilma’aarij Riski Agustia, S.Tr.Keb., M.K.M., dan Bd. Debby Pratiwi, S.Tr.Keb., M.K.M., dengan melibatkan mahasiswa Nova Aulya br Ginting dan Naisya Ayu Prasetya. Kegiatan berkolaborasi dengan kader Posyandu Kelurahan Rengas Pulau yang diketuai Nurhasanah.

Tim memberikan penguatan kapasitas kader melalui edukasi gizi ibu hamil pascabanjir, deteksi dini risiko dan tanda bahaya kehamilan, serta pelatihan penggunaan Posyandu Kit. Kader juga dibekali buku saku Kader Posyandu Siaga Banjir sebagai panduan dalam melakukan pemantauan ibu hamil, memberikan edukasi gizi, dan menghadapi kondisi bencana maupun pascabencana.

Kegiatan dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, praktik, dan demonstrasi. Kader dilatih mengenali faktor risiko dan tanda bahaya kehamilan sehingga dapat melakukan pemantauan awal serta mendorong ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, edukasi gizi membekali kader dengan pengetahuan mengenai pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan, pemilihan pangan yang aman dan bergizi, serta pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, terutama dalam kondisi pascabanjir.

Ketua kader Posyandu Kelurahan Rengas Pulau, Nurhasanah, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan yang diberikan membantu kader meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi masyarakat.

“Selama kegiatan, kami banyak mendapatkan pengetahuan baru, terutama tentang bagaimana mengenali risiko kehamilan dan memberikan edukasi gizi kepada ibu hamil. Kami juga mendapatkan buku saku yang berisi informasi tentang deteksi dini risiko kehamilan dan pemenuhan gizi ibu hamil, sehingga dapat menambah pengetahuan kami sebagai kader,” ujarnya.

Menurut tim pelaksana, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan ibu dan keluarga di masyarakat. Penguatan kapasitas kader diharapkan dapat mempercepat pengenalan risiko kehamilan, meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai gizi, serta mendorong akses pelayanan kesehatan secara tepat.

Melalui konsep Posyandu Siaga Banjir, ST Bhinneka mendorong Posyandu tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana dan pascabencana, khususnya dalam melindungi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak.

Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan kebidanan secara langsung di masyarakat. Kolaborasi perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, kader, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung keberlanjutan Posyandu Siaga Banjir sebagai bagian dari penguatan ketahanan kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi