PATS Diresmikan, 82 Hektare Sawah di Samosir Manfaatkan Energi Surya

PATS Diresmikan, 82 Hektare Sawah di Samosir Manfaatkan Energi Surya
PATS Diresmikan, 82 Hektare Sawah di Samosir Manfaatkan Energi Surya (Analisadaily/Tetty Naibaho)

Analisadaily.com, Samosir - Pompa Air Tenaga Surya (PATS) berkapasitas 69,3 kilowatt di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kabupaten Samosir, diresmikan. PATS ini memanfaatkan energi matahari untuk mengalirkan air Danau Toba ke lahan pertanian guna mendukung pertanian rendah karbon dan ketahanan pangan.

PATS merupakan hasil kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Kerajaan Inggris melalui UKFCDO, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Fasilitas ini diproyeksikan melayani sekitar 82 hektare sawah dan 749 petani. Dalam kondisi matahari optimal, PATS mampu memasok 1.700–1.900 meter kubik air per hari.

Ketersediaan air tersebut diproyeksikan meningkatkan produksi padi dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun, menurunkan emisi sekitar 10,18 ton per tahun serta mengurangi ketergantungan terhadap pompa berbahan bakar fosil.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, mengatakan PATS membuktikan perencanaan pembangunan rendah karbon dapat diwujudkan menjadi aksi yang memberikan manfaat langsung kepada petani.

“Energi matahari dialirkan menjadi energi penggerak pompa air menuju sawah dan ladang masyarakat. Ketersediaan air yang lebih pasti membuka peluang mengelola lahan lebih tepat waktu, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya, Jumat (2/10/2026).

Menurut Teguh, keberlanjutan fasilitas ditentukan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memeliharanya. Pengurus P3A-PATS Mual Hangoluan telah mendapat pelatihan pengelolaan organisasi, pemeliharaan, pembukuan transparan, pembagian air, mekanisme pengaduan, pelibatan perempuan dan legalitas organisasi. Pemkab Samosir juga berkomitmen menyediakan biaya operator.

Teguh menilai program tersebut sejalan dengan pembangunan Samosir yang unggul, inklusif dan berkelanjutan serta mendukung Indonesia Emas 2045. Keberhasilan PATS Sibonor Ompu Ratus akan menjadi pembelajaran untuk PATS berikutnya di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.

Fasilitas itu dirancang melayani sekitar 73 hektare sawah tadah hujan dan 903 petani, dengan produksi padi diproyeksikan meningkat dari 96 ton menjadi 288 ton per tahun dan potensi penurunan emisi 7,32 ton per tahun. Kedua intervensi tersebut diproyeksikan memberikan tambahan manfaat ekonomi bagi petani lebih dari Rp2 miliar per tahun.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan PATS merupakan wujud inovasi pembangunan rendah karbon sekaligus komitmen Pemkab Samosir mendorong energi terbarukan.

“PATS ini merupakan usulan masyarakat Kabupaten Samosir yang kemudian diteruskan melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian PPN/Bappenas hingga mendapat dukungan Pemerintah Kerajaan Inggris,” katanya.

Vandiko menyebut tenaga surya membantu mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil, menekan biaya operasional dan mendukung pertanian ramah lingkungan. Ia juga mengajak masyarakat menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.

Deputy Development Director UKFCDO Freddie Brunt mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak serta komitmen Pemkab Samosir melanjutkan pembangunan PATS melalui anggaran daerah sebagai contoh local ownership.

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Bapperida Sumut Dikky Anugerah mengatakan Samosir menjadi salah satu daerah dengan implementasi PATS terbanyak di Sumatera Utara, dengan enam unit telah tersedia dan satu unit tambahan akan dibangun di Pakpahan.

“Kita ingin menjadikan Samosir sebagai bagian dari pembelajaran bahwa pembangunan rendah karbon dapat dimulai dari desa, hadir di tengah sawah, digerakkan oleh energi bersih, meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (TN)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi