Proyek Konservasi Air di Sergai Disorot, Kualitas Bangunan Dam Paret Dituding Asal-Asalan (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Serdang Bedagai - Program pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur pertanian dan mengantisipasi anomali iklim di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mendadak menuai sorotan tajam.
Proyek pembangunan fasilitas konservasi air berupa dam paret atau long storage yang terletak di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan akibat buruknya kualitas fisik bangunan di lapangan.
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lokasi pada Selasa (1/9), sejumlah bagian dari bangunan fisik proyek tersebut tampak mengalami keretakan yang cukup mengkhawatirkan. Temuan di lapangan juga memperlihatkan bahwa material bangunan yang telah mengering ternyata sangat mudah terkelupas hanya dengan sentuhan tangan serta meninggalkan residu berupa serbuk berdebu, yang mengindikasikan rendahnya kualitas adukan semen dalam proses pengerjaannya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, terdapat tiga paket pekerjaan konstruksi bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim yang dipusatkan di desa tersebut. Seluruh proyek ini didanai langsung melalui anggaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan dipercayakan kepada kelompok pelaksana GP3A Mandiri dengan nilai kontrak yang seragam untuk masing-masing titik pekerjaan.
Titik pertama adalah proyek pembangunan dam paret atau long storage yang berlokasi di Dusun VI Pematang Panjang dengan nilai kontrak mencapai Rp120 juta. Sementara itu, dua titik pekerjaan lainnya berlokasi di Dusun V Pematang Panjang, di mana masing-masing proyek juga memiliki nilai kontrak sebesar Rp120 juta dengan sumber pendanaan yang sama dari Kementerian Pertanian RI. Kondisi fisik bangunan yang rapuh di ketiga lokasi tersebut sontak memicu tanda tanya besar dari berbagai pihak mengenai efektivitas pengawasan serta kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengerjaan konstruksi.
Menanggapi sorotan publik dan temuan di lapangan tersebut, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Fathorasi, SP, memberikan respons saat dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (2/9). Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih atas informasi yang disampaikan masyarakat dan memastikan bahwa instansi terkait akan segera turun tangan untuk memeriksa kondisi fisik bangunan secara langsung.
"Pelaksanaan pekerjaannya belum finishing dan kami akan cek dan melihat langsung ke lokasi pekerjaan di lapangan dan kalau pekerjaannya sudah finishing dan pekerjaannya sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan baru dibayar uangnya," ungkap Fathorasi.
Lebih lanjut, Fathorasi menegaskan bahwa peninjauan langsung ke lokasi proyek merupakan langkah vital yang harus ditempuh pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah kualitas fisik maupun teknis dari pembangunan dam paret dan long storage tersebut benar-benar telah memenuhi standar yang dipersyaratkan sebelum pencairan dana anggaran dilakukan kepada pihak pelaksana.
(BAH/RZD)