Minim Penyiraman, Proyek Peningkatan Jalan di Sergai Dikepung Debu: Warga Resah, Omzet UMKM Tiarap (Analisadaily/Zainal Abidin)
Analisadaily.com, Sergai – Proyek pembangunan dan peningkatan ruas jalan di kawasan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang sejatinya bertujuan untuk memperlancar infrastruktur, kini justru menuai protes dari masyarakat setempat.
Aktivitas konstruksi yang telah berjalan selama beberapa pekan terakhir ini memicu polusi debu pekat yang mulai mengancam kesehatan warga dan memukul perekonomian lokal.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (13/7/2026), debu tebal kerap beterbangan dan membubung tinggi setiap kali kendaraan pribadi maupun truk material melintas. Kondisi pelik ini diperparah oleh cuaca panas ekstrem serta minimnya inisiatif penyiraman air oleh pihak kontraktor pada badan jalan yang belum dilapisi aspal atau beton.
Nandar (34), salah seorang warga terdampak, membeberkan bahwa kabut debu ini sudah masuk dalam tahap meresahkan. Untuk bertahan, warga terpaksa mengunci rapat rumah mereka sepanjang hari. Namun, partikel debu halus tetap saja menembus masuk.
"Setiap hari kami menghirup debu ini. Lantai dan perabotan baru dibersihkan sebentar sudah kotor lagi. Anak-anak juga mulai ada yang batuk-batuk dan mengalami sesak napas," keluh Nandar dengan nada kecewa.
Jeritan serupa juga datang dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya para pedagang makanan di sepanjang jalur proyek. Omzet penjualan mereka merosot tajam lantaran konsumen enggan singgah akibat lingkungan yang dinilai kotor, berdebu, dan tidak higienis.
Selain memukul sektor ekonomi dan kesehatan, pekatnya debu jalanan juga memangkas jarak pandang para pengendara, terutama pengguna sepeda motor. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, kondisi ini berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
Menyikapi pembiaran ini, warga Tanjung Beringin mendesak pihak kontraktor pelaksana dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Warga menuntut adanya penyiraman air secara berkala pada badan jalan, minimal tiga kali sehari, terutama pada jam-jam sibuk.
Sebagai bentuk keseriusan, warga kini tengah mempersiapkan surat pengaduan resmi yang akan dilayangkan kepada pemerintah desa serta dinas terkait yang mengawasi proyek tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan guna mengembalikan kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan masyarakat Tanjung Beringin.
(BAH/RZD)