Arsik dan Naniura Tembus Hotel Berbintang, Hasil Kolaborasi Strategis Tim PKM Poltekpar Medan

Arsik dan Naniura Tembus Hotel Berbintang, Hasil Kolaborasi Strategis Tim PKM Poltekpar Medan
Arsik dan Naniura Tembus Hotel Berbintang, Hasil Kolaborasi Strategis Tim PKM Poltekpar Medan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Parapat – Sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas Nasional, Kota Parapat di Kabupaten Simalungun terus berbenah.

Tak hanya dari segi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM) para pelaku usaha kuliner lokal kini menjadi fokus utama guna memenangkan persaingan di pasar pariwisata internasional.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai DIPA 2026, tim dosen Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan yang terdiri dari M. Yusuf Dalimunthe, Rama Indra, dan Muhammad Zulfan, menggelar pelatihan strategi pemasaran terpadu bagi puluhan pedagang kuliner di Parapat.

Selama ini, kuliner autentik seperti ikan mas arsik dan naniura hanya dipasarkan secara pasif melalui promosi mulut ke mulut. Padahal, potensi pasar wisatawan yang datang ke Danau Toba sangatlah masif.

"Rendahnya literasi digital dan kurangnya pemahaman tentang branding membuat pelaku UMKM lokal seringkali terdesak oleh pendatang. Kami hadir untuk mengubah itu," jelas tim PKM Poltekpar Medan, Jumat (1/5/2026).

Selama pelatihan, para pedagang tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan:

Branding & Kemasan: Merancang logo dan identitas produk yang menarik mata wisatawan.

Literasi Media Sosial: Membuat konten foto produk berkualitas menggunakan smartphone dan mengelola akun bisnis di Instagram serta Facebook.

Digital Marketplace: Mendaftarkan menu andalan ke platform online seperti GoFood dan GrabFood untuk memperluas jangkauan pasar.

Hasil dari program ini sangat signifikan. Selain terbentuknya komunitas "Kuliner Parapat", tim PKM berhasil memfasilitasi forum kemitraan strategis antara pedagang lokal dengan pelaku industri besar.

Capaian paling membanggakan adalah terciptanya nota kesepahaman (MoU) antara pedagang kuliner dengan dua hotel berbintang di kawasan Danau Toba.

Kini, menu tradisional khas Parapat mulai masuk ke dalam paket wisata gastronomi yang ditawarkan hotel kepada wisatawan mancanegara dan domestik.

Melihat keberhasilan ini, tim PKM merekomendasikan pemerintah daerah untuk segera memperjuangkan pendaftaran Indikasi Geografis bagi kuliner ikonik seperti arsik guna memberikan perlindungan hukum dan nilai tambah.

"Peningkatan daya saing ini membuktikan bahwa jika diberi pendampingan yang tepat, UMKM kita mampu bersaing secara agresif. Kami berharap ini menjadi ekosistem yang berkelanjutan bagi pariwisata Danau Toba yang inklusif," tambah M. Yusuf Dalimunthe.

Melalui langkah ini, wajah kuliner Parapat kini tak lagi sekadar tradisional di dapur, tapi juga profesional di mata dunia digital dan industri perhotelan.

Oleh Tim PKM Politeknik Pariwisata Medan (M. Yusuf Dalimunthe, Rama Indra, Muhammad Zulfan).

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi