Optimalisasi Produksi dan Kualitas Susu Ruminansia Melalui Suplementasi Pakan Berbasis Tanaman Lokal

Optimalisasi Produksi dan Kualitas Susu Ruminansia Melalui Suplementasi Pakan Berbasis Tanaman Lokal
Optimalisasi Produksi dan Kualitas Susu Ruminansia Melalui Suplementasi Pakan Berbasis Tanaman Lokal (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (UNIMED) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertajuk “Optimalisasi Produksi dan Kualitas Susu Ruminansia melalui Suplementasi Pakan Berbasis Tanaman Lokal di Dusun IV Desa Firdaus, Kabupaten Serdang Bedagai” pada Jumat (1/5).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNIMED dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat serta ketahanan pangan lokal melalui penerapan teknologi tepat guna, khususnya di sektor peternakan.

Tim pengabdian diketuai oleh Dr. techn. Marini Damanik, M.Si bersama anggota tim dosen yang berkompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Ida Duma Riris, M.Si., Dr. Indra Koto, S.T., M.Eng., Dr. Eng. Jubaidah, S.Pd., M.Si., dan Alfira Julian Pratiwi, S.Pd., M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Sri Adelila Sari, S.Pd., M.Si. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memperkenalkan teknologi mesin pencacah pakan ruminansia yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan pakan ternak.

Selama ini, proses pencacahan pakan masih dilakukan secara konvensional sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dan menghasilkan ukuran pakan yang kurang seragam.

Dengan adanya mesin pencacah pakan, proses kerja menjadi lebih cepat dan hasil pencacahan lebih merata, sehingga memudahkan ternak dalam mengonsumsi pakan dan meningkatkan penyerapan nutrisi.

Selain itu, tim pengabdian juga memberikan drum biru sebagai media penyimpanan dan fermentasi pakan (silase) guna menjaga kualitas dan ketersediaan pakan ternak. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas dan produksi susu kambing, tetapi juga meningkatkan kesehatan ternak serta mendukung proses penggemukan kambing, sehingga berdampak pada peningkatan produksi daging dan nilai ekonomi bagi peternak.

Kegiatan ini dihadiri oleh peternak lokal, aparat desa, serta masyarakat sekitar yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi, pelatihan penggunaan alat, hingga demonstrasi langsung proses pencacahan pakan. Selain itu, tim pengabdian juga menyerahkan secara langsung alat pencacah pakan kepada kelompok ternak sebagai mitra program.

“Permasalahan utama yang dihadapi peternak saat ini adalah proses pencacahan pakan yang masih dilakukan secara konvensional, sehingga kurang efisien dan hasilnya belum merata. Melalui penerapan mesin pencacah pakan serta pemanfaatan drum fermentasi, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi kerja, kualitas pakan, serta kesehatan ternak yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan produksi susu dan daging kambing,” ujar Dr. techn. Marini Damanik, M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala Dusun IV Desa Firdaus menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNIMED terhadap masyarakat desa. Ia menilai bahwa penerapan teknologi ini sangat membantu peternak dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sri Adelila Sari, S.Pd., M.Si. menjelaskan bahwa pemanfaatan pakan ternak selama ini masih belum optimal karena masih dilakukan secara konvensional. Proses pengolahan pakan secara manual tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menghasilkan ukuran pakan yang kurang seragam.

Oleh karena itu, penggunaan mesin pencacah pakan menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas pakan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesehatan dan produktivitas ternak.

Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya ketersediaan pakan hijauan berkualitas sebagai faktor utama dalam menunjang produktivitas ternak. Masyarakat terlihat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab, menunjukkan tingginya minat terhadap materi yang disampaikan.

Kegiatan ditutup dengan sesi simulasi penggunaan mesin pencacah pakan serta diskusi interaktif bersama peserta. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang peternakan.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi