Standarisasi Layanan, BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Pertajam Kemampuan Petugas di Lapangan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Dalam upaya memperkuat komitmen pelayanan prima kepada masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menggelar pertemuan teknis bersama puluhan petugas unit layanan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 ini menghadirkan perwakilan garda terdepan layanan dari Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.
"Sebanyak 28 petugas unit layanan hadir dalam pertemuan tersebut, yang terdiri dari 15 petugas unit layanan asal Sumatera Utara dan 13 petugas dari wilayah Aceh," kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, I Nyoman Suarjaya, Kamis (30/4/2026).
I Nyoman Suarjaya menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas performa petugas di lapangan, baik dalam melayani peserta aktif maupun calon peserta.
"Tim Pelayanan kami mengumpulkan rekan-rekan petugas unit layanan untuk dievaluasi. Kami memaparkan ulang mengenai teknis pelayanan, mulai dari cara penanganan keluhan (handling complain), kemampuan berbicara di depan publik (public speaking), hingga aspek lainnya agar kualitas pelayanan di tiap daerah memenuhi standar yang telah ditetapkan," ujar I Nyoman Suarjaya.
Selain peningkatan soft skill, pertemuan teknis yang dipandu langsung oleh Wakil Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Muhammad Rifai Siregar ini juga menjadi ajang pembaruan informasi teknologi bagi para petugas.
Nyoman menambahkan bahwa petugas unit layanan harus memiliki pemahaman yang seragam mengenai setiap kebijakan teknis maupun sistem teknologi baru yang diluncurkan instansi. Hal ini penting agar tidak terjadi kesenjangan informasi saat melayani masyarakat di daerah yang berbeda-beda.
Pertemuan ini juga berfungsi sebagai wadah diskusi dua arah. Manajemen BPJS Ketenagakerjaan mendengarkan langsung kendala yang dihadapi petugas di lapangan serta menampung berbagai respon maupun masukan dari masyarakat terkait layanan BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami juga mendapatkan masukan berharga dari daerah-daerah untuk perbaikan pelayanan kami ke depannya. Dengan pemahaman yang sama dan standarisasi yang terjaga, kami optimis kepuasan peserta akan terus meningkat," pungkas Nyoman.
(JW/RZD)