Premanisme Ganggu Iklim Usaha di Belawan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Aksi sejumlah orang yang mencerminkan premanisme di Belawan, mengganggu iklim usaha di kawasan tersebut.
Seperti peristiwa penyerangan puluhan orang ke salah satu perusahaan, yakni PT Belawan Indah (BI), Kamis (11/6/2026) dan Jumat (12/6/2026). Akibat penyerangan itu, sejumlah pekerja mengalami luka-luka.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi dikonfirmasi terkait situasi tersebut, belum memberi penjelasan. Ia tidak menjawab pesan WhatsApp (WA), Jumat malam.
Sementara, Jumat (12/6/2026) sore, puluhan orang masih mendatangi PT BI, membuat suasana kawasan itu mencekam. "Sudah dua hari sejak Kamis terjadi penyerangan, bahkan sampai melukai para pekerja, sehingga dapat mengganggu iklim usaha di Belawan," kata sumber di sana.
Sumber juga mengatakan, pada Kamis (11/6), sore telah dilakukan mediasi antara PT BI dengan salah satu perusahaan yang diduga bertikai dengan PT BI. Mediasi dihadiri Camat Medan Belawan, Danramil 09/MB, Dinas Perukim Pemko Medan, pihak Kajari Belawan dan Kapolsek Medan Belawan.
Hasil mediasi menyebutkan, salah satu perusahaan tidak berhak dan tidak bisa melakukan pembangunan tembok di lahan milik PT BI, terlebih tidak memiliki izin PBG dari Pemko Medan.
Namun kesepakatan itu sepertinya dilanggar, dimana sejumlah preman diduga bayaran masih melakukan intimidasi, bahkan membangun tembok di areal PT BI.
(HEN/RZD)