Menteri Kehutanan RI 2004-2009 MS. Kaban,.Reuni Akbar SMAN-7 Medan Bangun Kepedulian Almamater Terhadap Lingkungan dan Sekolah

Menteri Kehutanan RI 2004-2009 MS. Kaban,.Reuni Akbar SMAN-7 Medan Bangun Kepedulian Almamater Terhadap Lingkungan dan Sekolah
Mantan Menteri Kehutanan RI MS Kaban usai melaksanakan penanaman seribu bibit pohon di bantaran Sungai Denai Gang Usman Nasir Nasution Kelurahan Tegal Sari II Kecamatan Medan Denai bersama Ketua Umum DPP Ikatan Alumni (IKA) SMAN-7 Medan Dr Ir H Dwi Sudha (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan-Menteri Kehutanan RI (2004-2009) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Dr H Malem Sambat (MS) Kaban, SE, MSi mengajak masyarakat terlebih para alumni SMAN 7 Medan agar peduli dan mencintai serta lingkungan sekitarnya agar tetap asri.
Hal ini sangat berarti guna mengurangi dampak pemanasan global yang belakangan ini membuat suhu memanas di Medan bahkan Sumut.
Kita melihat Medan dan Sumatera Utara semakin panas. Gerakan menanam pohon menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan. Minimal satu rumah satu pohon," ujar MS Kaban usai melaksanakan penanaman seribu bibit pohon di bantaran Sungai Denai Gang Usman Nasir Nasution Kelurahan Tegal Sari II Kecamatan Medan Denai bersama Ketua Umum DPP Ikatan Alumni (IKA) SMAN-7 Medan Dr Ir H Dwi Sudharto, MSi, Sekretaris Umum Ir.Malik Assalih Harahap, ST, MM, IPM, ASEAN Eng, Kepsek SMAN 7 Suyono, Ketua Panitia dr Syahrizal Siregar M Kes, Ketua Harian IKA SMAN-7 dr H Ade Taufiq, Sp OG dan juga para alumni, Sabtu 1 Agustus 2026.
Dikatakan mantan Ketum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) kepedulian ini sangat penting agar kita bisa terus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
"Ia juga mengingatkan agar penataan infrastruktur kota tidak mengorbankan pohon-pohon yang memiliki fungsi ekologis.
Jadi, ungkapnya, kalau ada kabel yang semrawut, jangan pohonnya yang ditebang, tetapi kabelnya yang dirapikan. Pohon harus tetap dipelihara karena menjadi bagian penting menjaga keseimbangan lingkungan," tegasnya.
Jika ini berlanjut, ungkapnya, kedepannya Kota Medan khususnya di Sumut tidak akan panas dan kebanjiran lagi.
"Saya heran kok bisa Kota Medan kebanjiran. Pasti ada sesuatu yang salah, " tukas tokoh nasional ini.
Dalam kesempatan itu, Kaban mengajak seluruh komponen masyarakat Sumatera Utara untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
"Hari ini alumni SMAN 7 Medan mengajak seluruh komponen masyarakat Sumatera Utara untuk peduli terhadap lingkungan. Kepedulian itu harus dimulai dari diri sendiri dan diwujudkan dalam tindakan nyata," katanya.
Sebelumnya, usai meresmikan Musala Rahmat Al-Yaqin SMAN-7 Medan yang merupakan rangkaian kegiatan Reuni Akbar berlangsung mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, di sekolah, Sabtu pagi, MS Kaban yang juga alumnus perguruan ini mengutarakan Kongres-IV dan Reuni Akbar IKA SMAN-7 Medan bukan sekadar ajang temu kangen antaralumni, melainkan momentum membangun semangat kepedulian terhadap almamater, masyarakat dan lingkungan.
Menurut Kaban, reuni lintas angkatan harus mampu melahirkan gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi sekolah maupun masyarakat luas.
"Reuni lintas angkatan SMAN 7 Medan ini untuk membangun semangat kepedulian dan semangat kebersamaan. Para alumni harus tetap membangun almamaternya. Kebersamaan itu menjadi modal besar untuk terus berkarya," paparnya.
Ia mengatakan, kepedulian menjadi nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat tersebut, kata dia, harus dimulai dari pembangunan karakter dan spiritualitas.
"Kepedulian ini sangat penting agar kita bisa terus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Paling tidak dimulai dengan membangun semangat spiritual. Renovasi musala sekolah menjadi salah satu bentuk nyata dari kepedulian itu," katanya.
Selain membangun nilai-nilai spiritual, Kaban juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang memperkuat solidaritas alumni, seperti fun walk dan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh lintas angkatan.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan juga harus menjadi gerakan bersama. Karena itu, penanaman pohon yang dilakukan dalam rangkaian reuni memiliki makna penting sebagai upaya menjaga kelestarian alam di tengah meningkatnya suhu udara di Kota Medan dan Sumatera Utara.
Ketua Umum DPP IKA SMAN-7 Dr Ir H Dwi Sudharto, MSi, mengatakan reuni akbar selalu menjadi momen yang dinantikan para alumni karena menjadi ruang memperkuat kolaborasi, mempererat silaturahmi, sekaligus mengenang perjalanan panjang sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 7 Medan.
"Kegiatan ini selalu ditunggu para alumni. Di sinilah kita bisa berkolaborasi, bernostalgia, dan memperkuat kebersamaan. Dari sekolah ini telah lahir banyak tokoh bangsa yang terus memberikan kontribusi bagi Indonesia," ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Kongres IV dan Reuni Akbar dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang mendukung kemajuan almamater.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang unggul dalam ilmu sekaligus unggul dalam akhlak. Karena itu, kita memerlukan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan akhlak yang baik agar mampu membawa manfaat bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
Selain dua rangkaian di atas, Reuni Akbar hari kedua ini juga di awali dengan Kegiatan Funwalk yang menghadirkan door prize bagi para alumnus pesertanya, juga diramaikan adanya bazar UMKM, cek kesehatan dan juga ada pemeriksaan dan pemberian kaca mata.
(ARU/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi